Diangkut Kapal Pesiar, Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 37 Kilogram Sabu

Hukum  RABU, 12 JUNI 2019 , 08:18:00 WIB | LAPORAN: IDHAM ADHARI

Diangkut Kapal Pesiar, Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 37 Kilogram Sabu

Barbuk Sabu/RMOLNetwork

RMOLBanten. Kasus penyelundupan narkotika melalui jalur laut kembali digagalkan Polri.  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri  mengungkap Sebanyak 37 kilogram sabu berhasil diamankan.

Kali ini barang haram perusak generasi bangsa tersebut diangkut menggunakan kapal pesiar mewah carteran jenis Yatch Malaysia Karenliner tahun 2013 buatan Perancis, dengan kecepatan 30 Knot, senilai MYR 2,5 juta atau IDR 7 miliar.

Penyelundupan ini tak seperti biasanya yang menggunakan kapal ikan atau kapal nelayan.

Dalam kasus ini, 4 warga negara Malaysia, MIF, SHN, SLH, dan RHM berhasil diamankan Tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Penangkapan itu terjadi pada Selasa 4 Juni 2019 sekitar pukul 09.30 WIB di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan Baru Naraya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Adapun sabu seberat 37 kg yang dikemas dalam kemasan teh China pada dua buah koper itu disembunyikan di dapra (cenderung) kapal. Kemudian, barang tersebut dibawakan dari Dermaga Pelabuhan Senibong Cover Marina, Johor Malaysia oleh SHN selaku nahkoda kapal dan anak buah kapalnya berinisial RHM. Mereka diperintah HA yang saat ini masih buron.

Saat penangkapan di Dermaga Batavia, tim juga menangkap IKZ selaku penjemput sabu di lokasi yang sama dan MHS di Hotel Aston Pluit Jakarta. MHS sendiri berperan sebagai pengendali dari sabu seberat 37 kg itu.

"Rencana tindak lanjut, karena ada DPO yang terlibat, kami sudah mengidentifikasi dua nama. Kami sudah komunikasikan dengan PDRM untuk mengembangkan jaringannya di Malaysia," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba, Kombes Krisno Siregar kepada wartawan, Selasa (11/6).

Pihaknya juga masih menyelidiki kepemilikan kapal pesiar mewah tersebut. Termasuk apakah ada indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Terhadap para tersangka, dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Tentunya diakumulasikan karena ini bersifat indikasi jadi 132 ayat 1 dan juga untuk mengimpor narkotika golongan satu yang beratnya lebih daripada 5 gram," tutur Krisno.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Polri dan seluruh pihak terkait akan selalu mengawasi jalur-jalur tikus yang tersebar di seluruh garis pantai Indonesia. Khususnya yang rawan dipakai untuk menyelundupkan narkoba seperti di wilayah Sumatera dan Kalimantan.[dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds