Masih Manual, Pengelolaan Sampah TPA Bangkonol Tidak Maksimal

Kabupaten Pandeglang  RABU, 19 JUNI 2019 , 16:54:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Masih Manual, Pengelolaan Sampah TPA Bangkonol Tidak Maksimal

TPA Bangkonol Padeglang/RMOLBanten

RMOLBanten. Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang di Kampung Kepuh Desa Bangkonol Kecamatan Koroncong Pandeglang, belum maksimal.

Di TPA yang mempunyai luas 6 hektar ini tidak ada aktivitas pengolahan sampah baik pemilahan sampah maupun pengolahan sampah jadi barang yang bermanfaat.

Kepala UPT TPA Bangkonol, Nandar Rohendar mengungkapkan aktivitas di TPA Bangkonol sampai dengan saat ini masih sebatas pemadatan dan pendorongan atau penimbunan atau tidak ada aktivitas pengolahan sampah.

"Kalau untuk teknis pengelolaan kita disini mah hanya pendorongan dan pemadatan," katanya, Rabu (19/6).

Padahal kata dia, timbulan sampah yang dihasilkan perharinya mencapai 150-250 meter kubik, dari beberapa pasar dan pemukiman yang ada di enam kecamatan yang ada di kabupaten Pandeglang.

"Sampah yang dikumpulkan disini itu berasal dari 6 kecamatan dari mulai cadasari sampai dengan pasar cimanuk, untuk perharinya itu sekitar 150-250 meter kubik,"tuturnya.

Pemilahan sampah organik maupun anorganik saat ini dilakukan secara manual oleh para pemulung sampah, yang mencari rejeki dengan cara memilih sampah bernilai ekonomi.

"Pemilahan sampai saat ini hanya dilakukan oleh para pemulung," bebernya.

Meski begitu, Nandar mengaku mendapatkan perintah untuk menyiapkan lahan disekitar TPA Bagkonol yang nantinya akan dibangun rumah kompos.

Karena berdasarkan informasi, tahun 2019 akan dibangun rumah pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos.

"Kalau untuk untuk pengelolaan sampah sampai bisa dimanfaatkan belum bisa dilakukan. Tapi untuk tahun ini kita sedang menyiapkan lahan untuk mengelola sampah organik untuk diubah menjadi Pupuk Kompos, kalau untuk lahannya sudah siap," katanya. [ars]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds