Pertanyaan Berbahaya

Opini  JUM'AT, 21 JUNI 2019 , 13:20:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

<i>Pertanyaan Berbahaya</i>

Jaya Suprana/Net

NASKAH "Kemanusiaan Bagi Para Tahanan Politik" yang dimuat Kantor Berita RMOL pada 21 Juni 2019 langsung memperoleh tanggapan positif dari berbaik pihak.

Antara lain seorang yang sebaiknya tidak saya sebut namanya di tengah suasana yang rawan dilaporkan ke polisi atas berbagai tuduhan yang masuk mau pun tidak masuk akal sehat mendeklarasikan sebuah pernyataan sebagai berikut:

Pernyataan

"Setuju, perlakuan terhadap tahanan politik dan paham keyakinan dibedakan dengan terpidana kriminal lainnya. Setuju, bahwa hukuman seyogyanya berorientasi pada perbaikan perilaku terpidana. Kalau karena membunuh, dipulihkan rasa welas asihnya dengan membantu keluarga korbannya dan merasakan kehilangan. Kalau koruptor, dihukum dengan kerja bakti membantu orang-orang miskin yang berjuang keras untuk menjalani hidupnya. Kalau karena makar, dihukum jadi relawan mengurusi pengungsi akibat perang saudara".

Sampai di situ terkesan bahwa pernyataan sangat positif dan konstruktif menegakkan pilar-pilar keadilan yang selaras dengan kegelisahan Menteri Hukum dan HAM , Dr. Yasonna H. Laoly yang sejak awal jabatan beliau sudah meratapi kepenuh-seksaan lembaga pemasyarakatan yang sudah hyper over capacity akibat hyper over crowded sambil rakus menelan dana rakyat demi membiayai tatalaksana pemenjaraan para terpidana di lapas-lapas yang tersebar di berbagai pelosok nusantara.

Pertanyaan

Sayang tanggapan berupa pernyataan bersifat positif dan konstruktif itu masih dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan bersifat profokatif problematikal tentang falsafah keadilan yang terus terang tidak berani saya jawab agar saya tidak dilaporkan ke Bareskrim atas tuduhan mulai dari hoax sampai ujaran kebencian bahkan makara tau entah apa.

Pertanyaan berbahaya yang diajukan seorang yang tidak saya berani sebut namanya itu adalah sebagai berikut: "Tapi saya sungguh tidak tahu kenapa Vanessa Angel dihukum kurungan padahal dia tidak bertindak jahat, tidak menyakiti orang lain, tidak bersifat politis, tetapi sekedar melakukan bisnisnya berdasar sukarela sang pembeli produk?".

Silakan pihak yang merasa mampu dan berani menjawab atau lebih aman apabila rumput bergoyang mau pun tidak bergoyang yang menjawab pertanyaan berbahaya itu. [**]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Keadilan.

Komentar Pembaca
Penjara Sukarela

Penjara Sukarela

SENIN, 21 OKTOBER 2019

Periode Baru

Periode Baru

SABTU, 19 OKTOBER 2019

Otak Dengkul

Otak Dengkul

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019

Sang Bunglon

Sang Bunglon

RABU, 09 OKTOBER 2019

<i>Buzzer</i> Menggonggong, Kakak Pembina Berlalu
Koalisi Terkuat Saat Ini

Koalisi Terkuat Saat Ini

SABTU, 05 OKTOBER 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds