Pertemuan Dengan Kim Kong Un Di DMZ, Jadi Panggung Buat Trump

Internasional  SENIN, 01 JULI 2019 , 01:53:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertemuan Dengan Kim Kong Un Di DMZ, Jadi Panggung Buat Trump

Foto: Net

RMOLBanten. Kedua pemimpin negara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong In bertemu singkat setelah rencana yang diumumkan kepada publik secara mendadak, sehari sebelumnya.
 
Tegur sapa hangat terjadi keduanya di salah satu perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia, yakni Zona Demiliterisasi (DMZ) yang terletak di desa Panmunjon hari ini (Minggu, 30/6).

Pertemuan hari itu, Kim bahkan mengundang Trump untuk melintasi perbatasan.

Dengan senyum yang tetap melekat di bibirnya, Trump pun melangkah melintasi perbatasan dari sisi Korea Selatan dan berjalan sekitar 20 langkah ke wilayah Korea Utara.

Momen tersebut mengundang sorotan kamera di mana banyak mata di dunia menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Politico
memuat, pertemuan di perbatasan yang terjadi pada hari ini adalah perubahan haluan dramatis yang menunjukkan bagaimana Trump berhasil menciptakan "panggung" dengan menggunakan lokasi simbolik yang menarik untuk disorot kamera.

Lekat diingatan ketika tahun pertama kepemimpinannya, 2017, Trump beretorika bahwa dia pernah diam-diam berencana untuk berjalan ke perbatasan Korea Utara.

Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada Kim bahwa Amerika Serikat akan melawan rezim brutalnya. Pernyataan itu merupakan ancaman atas ujicoba senjata nuklir Korea Utara.

Trump tampak berubah haluan kali ini.

Pertemuan di perbatasan itu terjadi setelah Trump secara terbuka meminta Kim untuk menemuinya di perbatasan. Pertemuan kali ini pun terjadi dalam suasana hangat, berbeda dengan ancaman Trump tahun 2017 lalu.

Senyum tampak tidak lepas dari bibir Trump dan Kim ketika mereka mulai berjabat tangan di perbatasan, saling bertegur sapa dan secara singkat mendiskusikan masa depan yang bisa dilakukan kedua negara.

Trump, yang juga merupakan mantan bintang reality show, agaknya cukup sadar kamera. Dia berhasil mendapatkan "momen TV" yang dia inginkan.

Disebut demikian karena Trump mampu menciptakan peristiwa bersejarah yang dipromosikan dengan baik dan secara dramatis dipentaskan untuk dirinya di waktu yang tepat, yakni ketina dia bersiap untuk kembali maju dalam pemilu presiden Amerika Serikat tahun 2020 mendatang.

Trump berhasil menunjukkan keterampilan diplomatiknya. Dia seolah menghentikan pesimisme atas pembicaraan Amerika Serikat dan Korea Utara yang dijajaki sejak tahun lalu, namun sempat berakhir buruk pada KTT kedua di Hanoi Februari lalu.

Pada saat itu, KTT selesai lebih cepat dari jadwal dan tidak membuahkan kesepakatan apapun.

Pasca KTT Hanoi, masa depan perbincangan Amerika Serikat dan Korea Utara mengenai denuklirisasi semenanjung Korea tampak simpang siur dan memicu keraguan akan keberhasilannya. Namun keraguan itu berhasil dipatahkan Trump dengan pertemuan singkat di perbatasan dua Korea di penghujung bulan Juni ini.

Trump tampaknya menikmati momen dramatis, yang diliput tanpa henti dan tidak lepas dari sorotan kamera itu. Ini adalah kali pertama Presiden Amerika Serikat dan Pemimpin Korea Utara mengunjungi DMZ secara bersama-sama.
"Ini adalah hari yang hebat bagi dunia," kata Trump.

Mantan perwira di Kantor Direktur Intelijen Nasional, tempat di mana dia memimpin analisis komunitas intelijen Amerika Serikat tentang masalah Semenanjung Korea, Jung Park menilai, kunjungan Trump ke DMZ tidak lain merupakan bentuk kesombongan Trump dan keinginannya untuk menjadi pahlawan.

"(Kunjungan dirancang) untuk menghidupkan kembali keinginan Presiden Trump untuk bekerja dengan Korea Utara dalam masalah nuklir sehingga kita bisa mendapatkan momentum untuk itu," jelasnya, seperti dimuat Politico. [dzk] 


Komentar Pembaca
Scott Morrison: Jokowi Punya Semangat Nyata Untuk Rakyat Indonesia
Juru Damai

Juru Damai

MINGGU, 20 OKTOBER 2019

Vietnam Saat Ini Jauh Ungguli Indonesia
Gencatan Senjata Di Suriah,  AS-Turki Satu Suara
Ekor Kepala

Ekor Kepala

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019

Tabloid Meghan

Tabloid Meghan

KAMIS, 17 OKTOBER 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds