Gara-Gara Prediksi Rizal Ramli Diabaikan, Krakatau Steel Rugi

Ekbis  KAMIS, 04 JULI 2019 , 01:09:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Gara-Gara Prediksi Rizal Ramli Diabaikan, Krakatau Steel Rugi

Krakatau Steel/Net

RMOLBanten. Ekonom senior Rizal Ramli  jauh sebelum restrukturisasi ribuan pegawai PT Krakatau Steel, sudah pernah memprediksi hal tersebut akan terjadi.

Ketika kejadian bukan hal yang mengejutkan lagi.

Kata Rizal Ramli, secara logika, kinfrastruktur yang dibangun secara menggebu-gebu selama 4,5 tahun terakhir seharusnya memberi keuntungan bagi PT KS untuk memperluas penjualan.

Tapi hal tersebut tidak terjadi.

Malah, PT KS kini dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka merugi dan harus melakukan restrukturisasi pegawai dengan jumlah mencapai ribuan.

Sambung Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu, hal itu terjadi lantaran Indonesia kebanjiran impor baja dari negeri China.

Di mana harga jual baja tersebut didumping, sehingga membuat produsen lokal kewalahan.

"Dan aturan impornya dipermudah oleh Menteri Perdagangan (Enggartiasti Lukita). Tidak aneh KS merugi," kata pria yang akrab disapa RR itu dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu.

RR biasa disapa setahun lalu sudah memprediksi hal tersebut. Dia bahkan memberi solusi agar pemerintah mengenaikan anti dumping tarif sebesar 25 persen.

Usulan itu disampaikan karena RR melihat restrukturisasi utang KS saja tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan plat merat tersebut.

Langkah itu sebatas membuat utang lebih aman, tapi di satu sisi tidak akan berdampak pada tingkat penjualan.

Sementara pengenaan tarif anti dumping bisa membuat China mengerem pengiriman produk bajanya. Sebab, kini China memang tengah mengalami kelebihan kapasitas dalam industri baja. Mereka sangat ingin merealokasi pabrik baja bekas ke Indonesia.

"Eh.. malah diberi bebas pajak 30 tahun oleh Menteri Keuangan Terbalik”. Cerdas nggak itu?" tanya RR sambil memberi emotikon tertawa.

Saran mengenai pengenaan tarif anti dumping pernah disampaikan RR pada September 2018 lalu, Indonesia Business Forum yang disiarkan TV One.

RR datang sebagai pembicara dalam acara yang mengangkat tema "Pajak Impor Naik, Rupiah Kuat?".

Jauh sebelumnya, mantan Menko Kemaritiman itu juga pernah mengingatkan berkali-kali kepada pemerintah untuk tidak fokus kepada pengurangan impor yang hanya berdampak kecil bagi pemasukan negara.

Kala itu, RR mengkritik kebijakan pengurangan impor 1.147 komoditas.

Rizal menyebut kebijakan itu sebagai pengurangan impor "sing perintil". Sebab, meski terlihat banyak tapi dampak yang diberikan terlalu kecil.

RR mendesak pemerintah untuk fokus pada pembatasan impor besar yang membanjiri Indonesia dan merugikan perusahaan lokal, seperti impor baja dari China.

Namun semua prediksi dan usulan RR itu diacuhkan sehingga yang terjadi seperti saat ini [dzk] 

Komentar Pembaca
Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds