Moeldoko Disarankan Golkar Fokus Kerja Saja

Politik  MINGGU, 07 JULI 2019 , 14:30:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Moeldoko Disarankan Golkar Fokus Kerja Saja

Moeldoko (baju putih)/Net

RMOLBanten. Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko disarankan untuk tidak banyak berkomentar dan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.

Hal itu merujuk ucapan Moeldoko yang menyebut tak ada urgensi rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo lantaran menganggu kinerja pemerintah dinilai kontraproduktif.

"Lebih bagus kaya Pak Moeldoko kerja aja lah, jangan banyak ngomong yang kontraproduktif," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga di Hotel Denpasar, Kuningan, Jakarta, Minggu (7/7).

Baiknya Moeldoko kalaupun harus mengeluarkan komentar, kata Andi, memberikan pernyataan yang menyejukkan bagi masyarakat yang belakangan rentan terprovokasi.

"Pokoknya Pak Moeldoko itu kan elite, harus bisa menyejukkan lah, masyarakat kita rentan diprovokasi," tegasnya.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan, pihaknya tau mau terjebak dengan wacana pertemuan Jokowi-Prabowo guna membahas soal rekonsiliasi.

Bahkan, ia menyebut pertemuan dalam rangka untuk rekonsiliasi itu tak terlalu penting dibicarakan lagi.

"Nanti kita semuanya hanya terjebak di situ, enggak maju-maju," katanya.

Kondisi di masyarakat kata Moeldoko, sudah berjalan normal setelah putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Jokowi-Maruf sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 berdasar putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan sengketa Pilpres 2019.

Ia pun meminta kepada semua pihak untuk tidak lagi membahas soal rekonsiliasi.

Pasalnya, menurut Moeldoko, agenda rekonsiliasi justru akan menjadi hambatan negara untuk maju karena hanya memikirkan kepentingan elite dan kelompok tertentu.

"Kita ini memikirkan negara. Jangan kita terjebak antara satu elite ke elite, jangan terjebak satu kelompok ke kelompok. Masyarakat Indonesia sekarang ini sudah happy dengan situasi yang ada. Jangan lagi justru istilah-istilah rekonsiliasi malah mengganggu," ujar Moeldoko. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds