Mahasiswa Prasetya Mulya Ciptakan Pasta Gigi Berbentuk Pil

Kesehatan  SELASA, 09 JULI 2019 , 20:26:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Mahasiswa Prasetya Mulya Ciptakan Pasta Gigi Berbentuk Pil

Marketing Management Exhibition/LAN

RMOLBanten. Puluhan produk dari mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) dipamerkan dalam ajang 'Marketing Management Exhibition' di Auditorium Universitas Prasmul, Jalan BSD Utama, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/7).

Produk inovasi dibuat mahasiswa ini juga dilombakan dan dinilai wakil dekan, juri tamu serta para alumnus. Tidak hanya produk ciptaan sendiri, terdapat juga pameran produk yang sudah lebih dulu ada di pasarakan namun diberikan terobosan baru.

Salah satu produk inovatif yang dipamerkan mahasiswa Universitas Prasmul yakni Biteeth Toothpills.
Biteeth Toothpills merupakan produk pasta gigi berbentuk pil yang dianggap cocok untuk orang yang sering berlibur. Dan, tidak ingin membawa perlengkapan besar.

"Kita menemukan target market kita ke yang light weight traveling. Pil ini jika digigit nanti akan melebur kemudian disikat. Bentuknya juga kecil," kata CFO Biteeth, Elwinda Septiandhany.

Mahasiswi semester 4 itu menjelaskan, produknya yang sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu kini memiliki dua varian yakni charcoal dan mint dengan isi 10 butir dalam satu paketnya.

"Pasta gigi kita natural tidak menggunakan flouride, Bahan-bahannya juga aman untuk ditelan dan juga aman untuk anak-anak," jelas Elwinda.

Kemudian ada Alexander Ronald Deniro dan kawan-kawannya yang mencetuskan strategi pemasaran bagi produk Chitato. Mereka membuat lebih beda, seperti memberikan cara makan Chitato.

"Kami ambil produk ini karena ini sebagai tantangan bagi kami. Melihat market share yang ada saat ini. Kemudian kami mencari inovasi untuk meningkatkan market share yang sudah ada. Diantaranya cara makan Chitato, seperti menggunakan keju, atau lainnya, menciptakan konsep '10 rasa misteri', serta cara membuatnya dengan diapnggang sehingga kalorinya lebih rendah," papar Ronald.

Ronald menjelaskan bahwa semua inovasi itu sebagai bentuk kampanye produk yang diharapkan dapat bermanfaat atas meningkatnya pangsa pasar dari produk terserbut. Atas idenya itu juga, Ronald dan kawan-kawan berhasil menyabet juara pertama dalam ajang 'Marketing Management Exhibition'.

Dosen Pemasaran sekaligus Wakil Dekan III Kemahasiswaan dan Alumni, Rudy Handoko menjelaskan, pameran tersebut sebagai bentuk integrasi konsep, teori, dan aplikasi.

"Justru di sini bagaimana siswa dapat sadar implementasi teori seperti ini, mungkin tidak 100 persen pasti kepakai tapi mereka tahu dalam dunia nyata perlu sedikit bergeser, jadi konsep dibuat berdasarkan pengalaman di masa lalu sehingga bisa dipakai di masa depan," terang Rudy.

Rudy juga menambahkan, marketing tidak hanya menjual produk, tapi juga menawarkan produk yang dapat menjadi pemecah masalah di masyarakat.

"Tidak lepas semua bisnis dari marketing, marketing itu bukan jualan tapi solving problem jadi bagaimana konsumen diselesaikan masalahnya. Kalau produknya bagus tapi konsumen merasa tidak menyelesaikan masalah orang tidak beli," jelasnya. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds