Job Fair Tidak Efektif, TRUTH: Disnaker Tangsel Minim Inovasi

Kota Tangerang Selatan  RABU, 10 JULI 2019 , 17:43:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Job Fair Tidak Efektif, TRUTH: Disnaker Tangsel Minim Inovasi

Job Fair Tangsel/LANI

RMOLBanten. Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menuding Dinas Ketenagkerjaan (Disnaker) Kota Tangsel minim inovasi dalam mengurangi pengangguran.

Meskipun tiap tahun, dinas tersebut mengadakan bursa kerja namun, tingkat pengangguran di Kota Tangsel masih tinggi mencapai 40 ribu orang.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik TRUTH Ahmad Supriatna, Rabu, (10/7).

"Kami mempertanyakan penyelenggaraan job fair. Sebab program tersebut tidak mampu menekan angka pengangguran secara signifikan yang ada di Kota Tangsel. Bayangkan saja pada job fair kali ini Penyediaan pembukaan lapanngan pekerjaan hanya 12.743, sedangkan jumlah pengganguran di Kota Tangsel sebesar 40.000 lebih, artinya masih banyak jumlah tenaga kerja yang tidak terserap," katanya.  

Menurutnya, angka ini belum ditambah dari jumlah pelamar pekerja yang notabanenya tidak hanya dari Tangsel saja. Sebab banyak juga pelamar dari daerah lain seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang serta daerah-daerah lain yang berbatasan langsung dengan Tangsel.

"Jadi bisa kita hitung kira-kira berapa persentase penyerapan tenaga kerja untuk warga Tangsel," ujarnya.

Kata dia, jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten pada 2018, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Tangseln terendah yaitu sebesar 61,92 persen dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di Provinsi Banten.

"Artinya job fair yang diadakan setiap tahun tidak mampu mendongkrak angka partisipasi angkatan kerja," ucapnya.

Supriyatna menjelaskan, job fair merupakan program tahunan Disnaker dan diselenggarakan 2-3 kali setiap tahunnya.

"Kami menilai Disnaker Kota Tangsel minim kreasi dan inovasi, karena selalu mengandalkan job fair sebagai solusi alternatif untuk menekan angka pengangguran di Tangsel," terangnya.

Seharusnya, sambung Supriyatna sebelum penyediaan lapangan kerja, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas, melalui program pendidikan, wirausaha serta program lainnya yang mampu menunjang kapasitas SDM sebelum masuk pada dunia kerja.

Hal tersebut sebetulnya sejalan dengan salah satu Visi Misi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, yaitu Peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi MEA melalui program pendidikan, entrepreneur, Bahasa Asing dan Komputer secara gratis di setiap kelurahan.

"Akan tetapi kami menduga hal tersebut nampaknya hanya menjadi janji manis pada saat kampanye dan tidak dapat terealisasi, sebab kalaupun terealisasi pasti mampu menekan angka pengangguran secara signifikan di Kota Tangsel," tandasnya.  [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds