Perampok Toko Emas Juga Jarah SPBU di Tangerang

Hukum  RABU, 10 JULI 2019 , 20:59:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Perampok Toko Emas Juga Jarah SPBU di Tangerang

Konferensi pers Polda Banten/RAG

RMOLBanten. Polda Banten dan Polresta Tangerang bekerjasama dengan Polisi Maran Pahang Malasyia berhasil menangkap pelaku perampokan Toko Emas Permata di Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Dua pelaku, Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskhandar (24) merupakan warga Malasyia. Keduanya, ditangkap polisi pada hari Selasa (2/7) di Malaysia.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan kedua pelaku berhasil ditangkap setelah tim Jatanras diskrimum Polda melakukan pengejaran ke Jakarta dan Malasyia.

"Pengejaran dilakukan berdasarkan informasi dari CCTV dan seluruh pola yang dilakukan. Kemudian kasatreskim Polresta Tangerang berangkat ke Malaysia untuk berkoordinasi dengan polisi diraja Malaysia," ujarnya
 
Saat melakukan perampokan, dikatakan Kombes Edy, keduanya menggunakan mobil rental jenis avanza yang disewa di salah satu rental di Jakarta Utara.

Kemudian lanjut, Kombes Edy, Jpada Jumat (14/6) keduanya melakukan perampokan di SPBU KM 43 Balaraja, Kabupaten Tangerang akibatnya pihak SPBU mengalami kerugian sebesar Rp 4 Juta.

"Setelah melakukan perampokan di SPBU, dua tersangka melanjutkan aksi perampokan pada esok harinya di Toko Mas Permata dan membawa kabur emas seberat 6 Kg dengan kerugian sebesar Rp1,5 miliar," katanya.

Sementara itu Dirkrimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga mengatakan untuk proses hukum sampai saat ini kedua kawanan perampok belum diserahkan ke kepolisian daerah Banten, karena setelah melakukan perampokan di toko emas Balajara, keduanya melakukan perampokan di Pahang dan Kuala lumpur.

"Untuk proses hukumnya tergantung lobi antar negara, apakah dia dihukum itu termasuk perampokan di Indonesia yang sifatnya memberatkan atau dihukum disana. Bisa juga barter orang kita yang melakukan tindak pidana disana dituker dengan orang Malasyia yang melakukan tindak pidana disini," pungkasnya. [ars]
 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds