Tiap Bulan, Rp50 Miliar Hanya Untuk Tunjangan Kinerja ASN

Daerah  RABU, 10 JULI 2019 , 21:07:00 WIB | LAPORAN: SOPIAN SUKRI

Tiap Bulan, Rp50 Miliar Hanya Untuk Tunjangan Kinerja ASN

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Naziel Fikri/SOP

RMOLBanten. Tingginya tunjangan kinerja (Tukin) para Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja. Pasalnya, dengan nilai tukin yang lumayan tinggi ini membuat naiknya belanja tidak langsung sebesar 10,87 persen.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Naziel Fikri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Naziel menyoroti soal tingginya tukin para pejabat di lingkup Pemkab Tangerang. Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, terjadinya kenaikan belanja menjadi Rp6,414 triliun itu disebabkan naiknya belanja tidak langsung sebesar 10,87 persen menjadi Rp2,542 triliun. Setelah dicermati, tingginya belanja tidak langsung ini karena adanya kenaikan tukin para pejabat.

"Saya kaget saat melihat tukin pejabat, dalam 4 bulan terakhir saja mencapai Rp200 miliar lebih. Artinya tukin ini bisa Rp50 miliar lebih setiap bulan," ujar Naziel.

Naziel menjelaskan, kalau bicara ekonomi kerakyatan, tetnu ini tidak masuk. Tapi karena tukin itu kebijakan pemerintah pusat, tentu harus dilihat dulu aturanya. Apakah tukin ini bisa sejalan dengan kinerja para pejabat di masing-masing OPD atau tidak.

"Ini harus dievaluasi, apakah akan membebani keuangan daerah atau tidak," terang Naziel.

Menurut Naziel, dirinya setuju-setuju saja jika tukin itu diberikan untuk meningkatkan kinerja para pegawai. Tapi, lanjut Naziel, jika dilihat dari kontruksi anggaran yang begitu besar juga akan menjadi masalah bagi APBD Kabupaten Tangerang. Sebab belanja pegawai sudah melebihi 31 persen atau sekitar 70,81 persen dari total belanja tidak langsung, yang terserap untuk gaji dan tunjangan-tunjangan para pegawai.

"Ini harus dikaji ulang, apakah secara global bisa dihilangkan atau tidak. Ini kewenangan pusat, harus dilihat lagi aturannya," tandas Naziel. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds