Ini Alasan Perampok Toko Emas Tak Bisa Dibawa Ke Indonesia

Hukum  KAMIS, 11 JULI 2019 , 12:25:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Ini Alasan Perampok Toko Emas Tak Bisa Dibawa Ke Indonesia

Kombes Pol Sabilul Alif/RAG

RMOLBanten. Perampok toko emas senilai Rp 1,5 miliar yang dilakukan Muhammad Nazri Fadzil, (26) dan Muhammad Nur Iskhandar (24) belum dapat dibawa ke tanah air untuk diadili di pengadilan Indonesia.

Sebelumnya, Kepolisian gabungan Satreskrim Polres Kota Tangerang dan Subdit Jatanras Polda Banten bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia berhasil menangkap kedua perampok itu di Malaysia.

Keberhasilan pengungkapan kasus perampokan 6 kilogram emas ini terasa kurang lengkap karena gembong perampok lintas negara ini memiliki catatan kriminalitas di negara asalnya sehingga belum dapat dibawa ke Indonesia.

"Kedua tersangka tidak dapat kami bawa ke Indonesia karena keduanya memiliki catatan kriminal di Malaysia yaitu melakukan perampokan SPBU di daerah Kuala Lumpur dan Pahang pada 2 Juli," ungkap Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif saat press release di Mapolres Kota Tangerang, Kamis (11/7).

Karena terjerat kasus perampokan di Malaysia, kedua perampok ini terlebih dahulu akan menghadapi hukuman di negaranya.

Penyidik Satreskrim Polres Kota Tangerang hanya akan melakukan ekstradisi setelah kedua pelaku menjalani persidangan dan hukuman sesuai vonis yang akan dijatuhkan hakim Malaysia.

"Jadi kami hormati dulu proses hukum Malaysia. Dan kami upayakan melakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk ekstradisi setelah pelaku menjalani hukuman. Kami juga diterbitkan red notice kepada Interpol agar pelaku ditangkap interpol saat bepergian ke luar negeri," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres mengatakan barang bukti yang diamankan diantaranya rekaman CCTV , korek api berbentuk senjata jenis revolver, korek api berbentuk senjata jenis baretta, 1 unit mobil Avanza wama putih, tahun 2017 Nopol : B 2069 UFO, 6 buah baki emas, dan 34 dudukan gelang.

Seperti diketahui, sebelum melakukan perampokan di Toko Emas Permata pada Sabtu, 15 Juni 2019 di Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Dua warga negara Malaysia ini melakukan aksi serupa di SPBU Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Jumat tanggal 14 Juni 2019. Dari tempat pengisian bahan bakar ini, pelaku berhasil menggondol tas berisikan uang hasil penjualan bahan bakar sebesar Rp 4.693.000, dari tangan petugas SPBU.

Kedua pelaku melakukan perampokan dengan cara menodongkan senjata api dan senjata tajam kepada korban.

Setelah mendapatkan laporan, Kasatreskrim Polres Kota Tangerang AKP Gogo Galesung bersama personilnya langsung bergerak cepat dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan oleh pelaku.

Hasil penyelidikan diketahui jika kendaraan Avanza putih tersebut milik warga Jakarta Utara yang dirental warga Malaysia.

Tim kemudian pada 28 Juni 2019, melakukan pengecekan ke pihak Imigrasi terkait data record paspor tersebut, dan mendapati bahwa pelaku sudah kembali ke Malaysia pada 15 Juni 2019 sekira jam 18.00 WIB.

Pada tanggal 2 Juli 2019, tim berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia, membuahkan hasil. Dan mendapatkan informasi bahwa pelaku sudah diamankan terkait perampokan dua SPBU di Maran Malaysia oleh kepolisian Maran Pahang Malaysia. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds