Bawa Keranda Mayat, Mahasiswa Tangsel Desak Kadindikbud Dicopot

Kota Tangerang Selatan  KAMIS, 11 JULI 2019 , 20:50:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Bawa Keranda Mayat, Mahasiswa Tangsel Desak Kadindikbud Dicopot

Keranda mayat/LAN

RMOLBanten. Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Tangerang Selatan (KMTS) membawa replika keranda bertuliskan "Matinya Pendidikan Sekolah Ladang Pungli, Guru Diintimidasi" ke Balai Kota Tangsel, Kamis, (11/7).

Aksi membawa keranda tersebut, ditujukan kepada Pemkot Tangsel dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang justru memecat Rumini mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 02 karena membongkar kasus pungutan liar (Pungli).

Rumini membeberkan dugaan praktik pungli di SDN Pondok Pucung 02 berupa iuran pemasangan proyektor, iuran laboratorium komputer, dan pembelian buku secara mandiri.

Padahal sekolah sudah mendapat bantuan dana dari Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa).

Dalam orasi, puluhan massa meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan untuk menangani dugaan pungli yang terjadi di sekolah.

"Kami menilai pemecaran terhadap Ibu Rumini adalah upaya pembungkaman terhadap sikap Ibu Rumini yang ingin mengungkapkan adanya praktik pungutan liar dan ketidak mampuan pemerintah falam menangani persoalan pungli pendidikan yang sudah menjadi rahasia umum," ungkap Koordinator Aksi, Septian Haditama, Kamis (11/7).

Lanjutnya, jika kasus Rumini tidak benar-benar dituntaskan akan berakibat banyaknya intimidasi yang ditujukan kepada Rumini.

"Sebab jika kasus Rumini tidak dituntaskan kami khawatir tindakan intimidasi dapat menjadi ancaman untuk para guru dan masyarakat lainnya," ungkapnya.

Dengan adanya aksi ini, dirinya berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan berkomitmen dalam memberantas korupsi pendidikan.

"Agar ke depannya semua orang mendapat hak pendidikan yang bersih dari praktik pungutan liar," imbuh Septian.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono juga diminta untuk turun dan bertemu dengan para demonstran.

Akan tetapi hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan dari dinas terkait yang menemui pendemo. [ars]

Komentar Pembaca
Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

Shalat Ied Di Alun-Alun Rangkasbitung

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:31:00

Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

The ads will close in 10 Seconds