Kades Di Pandeglang Tersangka Korupsi DD dan ADD

Hukum  SENIN, 15 JULI 2019 , 19:21:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Kades Di Pandeglang Tersangka Korupsi DD dan ADD

Tersangka korupsi ADD dan DD/MUL

RMOLBanten. Kejaksaan Negeri Pandeglang secara resmi telah menetapkan PJs Kepala Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Iyan Syafrudin tersangka tindak pidana korupsi.

Iyan Syafrudin yang saat ini tercatat sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Kecamatan Saketi ini terbukti menyalahgunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pandeglang, Ario Wicaksono menerangkan, penetapan tersangka itu dilakukan setelah Kejari melakukan pemeriksaan terhadap Kades yang diduga menyelewengkan dana bantuan dari pemerintah sejak awal tahun 2018.

"Setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam dengan memintai keterangan dari berbagai pihak, akhirnya kami memutuskan bahwa Pj Kades itu sebagai tersangka," ujarnya, Senin (15/7).

Ario menerangkan, modus para pelaku sebagian besar berkaitan dengan pemalsuan nota kosong untuk sejumlah kegiatan. Kemudian ada pula modus me-mark up pembiayaan sejumlah proyek.

"Akibat tindakan mereka, negara mengalami kerugian negara Rp416 Juta," katanya.

Ario menjelaskan, Iyan Safrudin didakwa dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tepatnya Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor, subsider Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

"Kejari tidak akan pernah lelah untuk selalu mengingatkan kepada seluruh Kades agar mengelola DD secara transparan, akuntabel dan dipertanggungjawabkan. Karena jika 3 hal prinsip tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan Kades lain dapat terkena masalah yang sama atau diancam UU Tipikor," tegasnya.

Kini Iyan Syafrudin telah dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II B Pandeglang untuk menjalani penahanan selama 20 hari pertama untuk selanjutnya akan dilakukan sidang di pengadilan Tipikor Serang. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds