Penegakan Hukum, Ini Kritik Konstruktif PKS Untuk Jokowi

Politik  SELASA, 16 JULI 2019 , 09:15:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Penegakan Hukum, Ini Kritik Konstruktif PKS Untuk Jokowi

Mardani ALi Sera/Net

RMOLBanten. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera melihat Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait visi Indonesia yang disampaikan di Sentul, Bogor, Minggu (14/7) menarik.

Inisiator tagar #KamiOposisi ini menilai pernyataan Jokowi tersebut sangat berani.

Saya cukup apresiasi kepada visi misi yang disampaikan Presiden Jokowi. Pemimpin itu harus punya big view dan konsep karena menjadi tumpuan semua, kata Mardani dikutip daro RMOLNetwork, Selasa (16/7).

Kata Mardani, seorang pemimpin akan berdiri sendiri dalam mengambil keputusan manakala sudah mencapai titik puncaknya.

"When you are a leader, you are alone on the top,” ujarnya.

Boleh minta pendapat, tapi keputusan ada di tangan Anda sendiri. Terlebih dalam sistem presidensial, kekuasaan Presiden diberikan sangat besar," sambungnya.

Setidaknya dalam pidato itu, ada lima gagasan yang bakal dibawa bersama dengan KH Maruf Amin di era keduanya. Kelimanya adalah pembangunan infrasturktur, pembangunan SDM, mengundang investasi, mereformasi birokrasi, serta menjamin pembangunan APBN yang tepat sasaran.

Namn, berkenaan dengan isi visinya, Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengkritisi bab penegakan hukum yang perhatiannya masih sangat kurang.

Perkuatlah KPK dan pastikan sinergi KPK, Kepolisian dan Kejaksaan terjadi. Cari nakhoda yang dapat memimpin penegakan hukum, baiknya bukan dari politisi. Tanpa penegakan hukum yang adil dan efisien, tidak ada pertumbuhan ekonomi berkualiatas,” tegasnya.

Ada 3 hal masukan konstruktif yang Mardani sampaikan.

Pertama, Jokowi harus memagang teguh sikap kenegarawannya.

"Akan banyak pihak yang menentang karena terganggu status quo nya. Jika akar tidak kuat, pohon kebijakan yang pro rakyat akan tumbang," lanjutnya.

Kedua, Mardani menyarankan agar Jokowi berhati-hati dalam memimpin  Jika tim ini fokus melayani rakyat, insentif elektoral pasti didapat.

"Ketiga, sederhanakan lembaga dan rantai komando. Berani memangkas birokrasi dan memfokuskan anggaran," demikian Mardani. [dzk] 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds