Laporan PBB: Kejahatan Transnasional Di Asia Tenggara Mengkhawatirkan

Internasional  JUM'AT, 19 JULI 2019 , 06:15:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Laporan PBB: Kejahatan Transnasional Di Asia Tenggara Mengkhawatirkan

Foto: Net

RMOLBanten. Data terbaru yang dimuat dalam laporan PBB yang dirilis pada Kamis (18/7). Kejahatan transnasional yang terorganisir saat ini berkembang secara agresif di Asia Tenggara dan sekitarnya.

Jaringan kriminal transnasional telah meraup puluhan miliar dolar AS per tahun melalui obat-obatan, barang palsu, dan perdagangan manusia serta satwa liar.

Demikian laporan itu menguraikan.

Laporan yang dibuat Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) itu juga menemukan bahwa sindikat kriminal telah mengubah perdagangan narkoba di kawasan Asia Tenggara dengan pasar metamfetamin yang bernilai antara 30 miliar dolar AS hingga 61 miliar dolar AS per tahun di Asia Timur dan Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Bangladesh.

Laporan juga menyebut, masalah penyelundupan manusia juga masih menjadi masalah utama.

UNODC dalam laporan itu mencatat, perdagangan perempuan dan anak perempuan untuk eksploitasi seksual tetap menjadi masalah serius di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.

"Dari jumlah total korban yang diperdagangkan untuk eksploitasi seksual, hampir 70 persen adalah perempuan di bawah umur," begitu bunyi laporan itu.

Di sisi lain, laporan tersebut mengatakan penegakan hukum telah mempengaruhi rute yang digunakan oleh kelompok-kelompok kriminal, namun temuan lain menunjukkan bahwa sindikat-sindikat tersebut meningkatkan upaya mereka dengan mengalihkan perhatian ke zona-zona yang kurang terlindungi yang kurang pengawasan.

Laporan yang sama juga menyoroti bahwa kejahatan terorganisir memanfaatkan perusahaan swasta, seperti operasi kasino bernilai miliaran dolar di kawasan itu, untuk mencuci uang dalam skala luas.

"Kelompok-kelompok kejahatan terorganisir menjalankan bisnis, dan kondisi untuk lalu lintas narkoba dan manusia, dan komoditas lainnya," kata perwakilan regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Jeremy Douglas.

Dia mengatakan bahwa agar kejahatan terorganisir dapat diatasi, pemerintah masing-masing negara perlu mulai menerapkan strategi yang serius dan bermakna yang akan mengatasi keparahan masalah.

"Bagian dari respon akan dapat berupa kerjasama penegakan hukum lintas-batas untuk mengatasi pasokan, tetapi juga akan memerlukan dorongan politik oleh tingkat tertinggi pemerintah, dan investasi dalam pencegahan, perawatan narkoba," sambungnya seperti dimuat Al Jazeera. [dzk] 

Komentar Pembaca
Hanoman Sikh

Hanoman Sikh

SABTU, 07 DESEMBER 2019

Linda Reynolds: Kita Adalah Teman Baik, Terima Kasih Pak Prabowo
Pajak Rajapaksa

Pajak Rajapaksa

SELASA, 03 DESEMBER 2019

Ini 88 Negara Bebas Visa Diplomatik Dan Dinas
Presiden Letkol

Presiden Letkol

SENIN, 02 DESEMBER 2019

Misteri Tetap

Misteri Tetap

SABTU, 30 NOVEMBER 2019

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds