Humphrey Djemat: Ancaman Suharso Monoarfa Kosong Dan Basi

Politik  SABTU, 20 JULI 2019 , 15:29:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Humphrey Djemat: Ancaman Suharso Monoarfa Kosong Dan Basi

Ketum PPP Humphrey Djemat/Net

RMOLBanten. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Humphrey Djemat tersenyum menanggapi ancaman mempidanakan yang disampaikan Suharso Monoarfa.  

Humphrey mengatakan apa yang disampaikan oleh Suharso adalah pernyataan kosong dan basi.

Mengaku sebagai Plt. Ketua Umum PPP menggantikan Romi yang tersangkut masalah hukum, Suharso mengancam akan mempidanakan pihak lain yang membawa-bawa PPP.

Ancaman itu disampaikan Suharso usai menghadiri sebuah pertemuan di Serang, Banten, Sabtu (20/7).

"Itu pernyataan kosong dan basi,” ujar Humphrey Djemat (HD) dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

Ajakan islah atau rekonsiliasi yang disampaikan kubu Suharso, terbukti hanya lips service semata. Karena faktanya mereka masih gemar menyebarkan ancaman.

"Semua orang sudah tahu, apalagi saat pemilu yang lalu. Terlihat jelas PPP mana yang mendpt dukungan kuat dari para ulama, kader dan konstituen PPP,” kata HD.

Menurut HD, keberhasilan PPP lolos dari lubang jarum Parliamentary Threshold tidak terlepas dari peranan para ulama yang masih sayang pada PPP dan tidak mau PPP hilang dari lembar sejarah.

HD menambahkan, dirinya dan pengurus PPP yang masih bersih dan sungguh-sungguh setia menjaga partai dari kehancuran akibat reputasi buruk Muhammad Romahurmuziy tidak henti-hentinya berkunjung dari satu daerah ke daerah lain.

Romahurmuziy yang sebelumnya juga mengaku sebagai ketua umum PPP beberapa waktu lalu tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah Romy masuk bui, barulah Suharso ditunjuk sebagai pelaksana tugas yang ditinggalkan Romy.

Kami tidak henti-hentinya berkunjung ke pesantren-pesantren di Jawa. Mestinya teman-teman kami itu (Suharso cs) bersyukur dan bertekad serius mempersatukan PPP demi kemashlahatan umat, bukan malah menebarkan ancaman-ancaman kosong yang kontra produktif,” masih kata HD.

Pada bagian akhir dia menegaskan bahwa memang tidak ada dualisme di PPP. Karena itu dia mengajak semua kader partai atau yang masih mau dianggap kader, termasuk Suharso Monoarfa, untuk taat pada DPP PPP hasil Muktamar Jakarta. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds