Honor Terlambat, Pegawai Non ASN Pemprov Pertanyakan Surat Kemenkeu

Pemprov Banten  SENIN, 22 JULI 2019 , 17:33:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Honor Terlambat, Pegawai Non ASN Pemprov Pertanyakan Surat Kemenkeu

Audensi Non ASN dengan DPKAD Banten/RUS

RMOLBanten. Sekitar 100 orang pegawai non aparatur sipil negara (ASN) yang tidak masuk dalam honorer Kategori I (K1) dan K2 Pemprov Banten melakukan audiensi dengan pejabat Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKA5).

Para honorer tersebut menanyakan adanya surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang meminta pemprov untuk menyampaikan data pegawai Non ASN yang nantinya akan dimasukan kedalam sistem pengajian dipemerintahan pusat.
 
Tak hanya itu saja, mereka juga mengeluhkan pembayaran honor yang sering terlambat hingga berminggu-minggu, tidak diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan nasional jaminan  kecelakaan kerja (JKN JKK), dan penyesuaian tarif atau honor yang mereka terima.
 
Plt Kepala DPKAD Banten, Dwi Sahara didampingi Kabid Anggaran, Agus Setiyadi, usai menerima perwakilan pegawai Non ASN non K1 dan K2, diruang kerjanya, Senin (22/7) mengungkapkan, apa yang telah disampaikan oleh pegawai Non ASN tersebut akan ditindaklanjuti.
 
"Ada empat hal yang mereka sampaikan, soal data di Kementerian keuangan, JKN JKK, honor telah dan penyesuain tarif," katanya.
 
Ia menjelaskan, untuk aspirasi pada point pertama, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenkeu.

"Kalau mengenai jumlah data penggajian pegawai Non ASN, itu kita diminta oleh Kemenkeu untuk menyampaikan surat berapa jumlah pegawai non ASN di Pemprov Banten yang akan dimasukan datanya di Kemenkeu, dan sampai sekarang kita belum membalas. Jadi kedatangan teman-teman itu, merasa khawatir, kalau namanya tidak dimasukan. Jadi mereka berasumsi tidak diakui," ujarnya.
 
Padahal lanjut dia, surat dari Kemenkeu tersebut secara gamblang menegaskan adalah pegawai honorer.

"Jadi kalau dilihat dari permintaan Kemenkeu itu tidak ada penjelasan K1,K2 atau non kategori. Tapi disitu dijelaskan, data pegawai honorer. Dan untuk memperjelas itu, nanti kami akan konsultasi dulu. Jadi lebih baik mereka nggak usah galau, kerja saja yang baik dan benar, sesuai aturan," harapnya.
 
Adapun diikut sertakan dalam JKN JKK, lanjut Dwi, pemprov belum bisa mengakomodir keinginan tersebut secara keseluruhan.
  
"Sebagai Non ASN itu sudah ada yang masuk JKN JKK, tapi itu hanya pada pekerjaan tertentu yang beresiko, dan yang lainnya yang belum masuk JKK akan kita masukan ditahun 2020, termasuk dengan penyesuaian tarif, akan dilihat dari sisi keuangan APBD," ungkapnya.
 
Adapun dengan honor yang diterima tidak sesuai dengan jadwal atau penanggalan dalam sistem penganggaran, Dwi mengaku hal tersebut harus dipertanyakan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Soal honor, BPKAD hanya mengelola dana dan aset, kalau SPM (surat perintah membayar) sudah diserahkan ke BPKAD paling lambat dua hari sudah cair. Jadi tolong tanyakan ke OPD ada kendala apa, apakah kesalahan data, atau hal lainya, tadi sudah dijelaskan. Tadi ada juga yang menanyakan dibayarnya beda-beda. Inginnya diseragamkan. Oke nanti diseragmkan, saya sih inginya disamakan setiap awal bulan. Kalau ada yang berbeda-beda, bisa tanyakan ke masing-masing OPD," katanya.

"Tahun depan nanti akan kita laksanakan seragamkan, dan disampaikan dalam Domlak (pedoman pelaksana), sekarangpun sudah ada penjelasanya di Domlak, bahwa honor dibayar dibelakang, itu sebenarnya sudah ada dalam pengelolaan keuangan," tambah Dwi. [ars]

 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds