Pemilu 2024 PRD Ikut, Diaspora Aktivis ‘Pulang ke Rumah’?

Politik  KAMIS, 01 AGUSTUS 2019 , 00:44:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pemilu 2024 PRD Ikut, Diaspora Aktivis ‘Pulang ke Rumah’?

Foto/Net

RMOLBanten. Partai Rakyat Demokratik (PRD) berkonsolidasi untuk mengikuti Pemilu 2024 tampaknya bukan main-main.
 
"PRD tengah menyiapkan semua hal yang diperlukan untuk bisa mengikuti kontestasi demokrasi lima tahun mendatang," terang Sekretaris Jenderal PRD Dominggus.
 
Menurut Dominggus, pengurus partai yang menjadi musuh utama Orde Baru itu juga dikabarkan sedang merayu para mantan aktivisnya agar bersedia ‘pulang’ kembali ke organisasi yang dulu mereka bangun untuk melawan rezim Orde Baru.

Salah satunya Wibowo Arief, mantan pengurus Jaker (Jaringan Kerja Kesenian Rakyat) yang merupakan salah satu organ penyokong PRD, mengaku bahwa ia mendapatkan ajakan ‘pulang ke rumah’ itu melalui pesan WhatsApp (WA).
 
Ada pesan pribadi yang masuk melalui WA. Beberapa kawan juga mendapatkan ajakan yang sama untuk kembali membangun partai. Ada yang tertarik, tapi saya sih tidak,” kata aktivis yang dikenal sebagai die harder Jokowi di media sosial ini.

Pesan yang disebut Jemek -panggilan akrab Wibowo Arief- itu disebut-sebut menyebar luas ke kalangan diaspora PRD yang kini berkiprah di berbagai partai politik, lembaga pemerintahan dan BUMN, kampus, serta lembaga swadaya masyarakat.

Hal ini tentu menarik, karena beberapa mantan aktivis yang pernah bersinggungan dengan PRD saat ini tampil menjelma jadi tokoh-tokoh yang mewarnai panggung politik nasional.

Ada Budiman Sudjatmiko (PDIP), Habiburokhman (Gerindra), Andi Arief (Partai Demokrat), Faisol Reza (PKB), serta Dita Indah Sari (PKB).

Ada pula yang menjadi komisaris BUMN seperti Margiyono (Telkom) dan Wignyo Prasetyo (Sang Hyang Sri) maupun pejabat birokrasi seperti Hilmar Farid Setiadi (Dirjen Kebudayaan).
 
Kepada media massa, mantan aktivis PRD seperti Faisol Reza dan Andi Arief mengungkapkan kekurangtertarikan dengan tawaran ‘pulang ke rumah’ karena menganggap lanskap politik Indonesia saat ini sudah berbeda.

Dita Indah Sari, mantan Ketua Umum PRD yang saat ini menjadi Wakil Sekjen PKB mengatakan, diaspora PRD yang memilih untuk tidak ikut ‘pulang ke rumah’ musti dihormati.

Kata Dita, tentu sudah memiliki agenda perjuangan masing-masing, yang tak kalah mulianya dibandingkan dengan agenda perjuangan kawan-kawannya yang bertahan di PRD.

Yang terpenting adalah, diaspora PRD di berbagai organisasi itu bisa mewarnai rumah barunya dengan idealisme yang kita bangun bersama. Jangan malah diwarnai dengan yang ga benar,"ujar Dita.

Jika sebelumnya kita anti korupsi, terangnya, lalu jadi permisif pada korupsi ya ga bener. Kalau tadinya pro ke petani tapi kemudian tega merumuskan kebijakan yang tidak pro petani juga ga benar. Kuncinya adalah kinerja masing-masing sebagai politisi atau pejabat yang lahir dari gerakan kerakyatan.[dzk] 


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds