Didukung Hotman Paris, 351 Honorer Pemprov Ultimatum Menteri PAN-RB

Pemprov Banten  SENIN, 05 AGUSTUS 2019 , 02:42:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Didukung Hotman Paris, 351 Honorer Pemprov Ultimatum Menteri PAN-RB

Foto: Repro

RMOLBanten. Sisa Honorer Kategori 1(K1) Provinsi Banten sebanyak 351 orang mengultimatum pemerintah agar segera mengangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Jika tidak, mereka akan menempuh halur hukum.

Begitu disampaikan pengurus Forum Honorer K1 Provinsi Banten Usup Supriyadi usai menggelar pertemuan dengan pengacara kondang Hotman P Hutapea.

Pertemuan digelar di Kedai Kopi Johny, Kota Serang,  Sabtu (3/8).

"Ini pertemuan jilid dua sisa honorer K1 Pemrov Banten. Inti pertemuan tersebut adalah penegegasan dan penajaman lanjutan pertemuan yang pertama waktu di Kopi Johny Jakarta. Kami ingin difasilitasi pertemuan dengan MenPAN-RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformaai Birokrasi). Untuk tujuan kami ambil hak kami yang sama dengan rekan kita yang sudah PNS atau ASN (300 honorer K1 yang sudah diangkat lebih pada 2014)," katanya, Minggu (4/8).

Usup menjelaskan, desakan kepada MenPAN-RB diberikan paling karena pihak itulah berwenang mengeluarkan formasi CASN.

Kata dia, Sampai saat ini belum ada progres nyata yang mengarah kepada keberpihakan mereka untuk disamakan dengan honorer K1 yang lebih dulu diangkat.

"Hanya tataran upaya baik pemerintah daerah maupun kita. Sampai saat ini tidak ada satupun pihak pemerintah yang bisa buktikan bahwa kita dengan mereka (300 honorer K1 yang sudah dingkat-red) ada bedanya dari sisi berkas. Jika ada yang menbuktikan secara aturan resmi maka kami akan berhenti berharap untuk jadi PNS dari jalur honorer K1," terangnya.

Usup menegaskan, pihaknya akan terus berjuang tanpa henti. Mereka berharap aspirasinya bisa direspon positif oleh pemerintah. Forum Honorer K1 Banten menargetkan bisa diangkat menjadi ASN sebelum masa jabatan Jokowi-JK berakhir.

"Targetnya jelas sebelum berakhirnya periode Jokowi- JK. Target harga mati. Jika tidak kunjung tuntas, kami akan tempuh melalui pengadilan," ungkapnya.

Jika tak tercapai, Usup mengaku pihaknya tak segan menempuh jalur hukum. Bahkan dalam pertemuan dengan Hotman Paris, yang itu juga sudah diperdalam. Tim dari Hotman pun sudah mengantongi berkas-berkas yang diperlukan.

"Kami terus upaya sampai titik darah penghabisan. Kami belum ikhlas jika tidak sama dengan mereka yang sudah PNS dari 2014. (Soal upaya hukum) ya jelas itumah karena mereka sudah kantongi bukti-bukti berkas. Antara kita sisa K1 dan mereka yang sudah diangkat yang 300 rekan kita," tuturnya.

Dengan upaya tanpa henti hingga menggandeng Hotman Paris dilakukan agar suara mereka bisa didengar oleh Jokowi. "Harapan kami bisa terdengar dan terlihat langsung oleh Presiden Indonesia bapak Joko Widodo," ujarnya.

Hotman Paris melalui akun media sosial Instagramnya di @hotmanparisofficial meminta agar 351 honorer K1 Pemprov Banten yang belum diangkat untuk diperhatikan. Dia juga memertanyakan mengapa hanya sebagian saja honorer K1 Pemprov Banten yang diangkat. Sementara mereka yang mengadu kepada ya tak bernasib sama.

"Jadi mereka berjuang tapi kenapa hampir sebagian 50 persen telah diangkat jadi CPNS. Sedangkan kurang lebih 50 persen yaitu 359 (data akhir BKD 351) pegawai honorer K1 Banten (belum diangkat). Mohon perhatian Bapak Menteri Penertiban Aparatur Negara (MenPAN-RB) di sini rakyat Banten datang ke Kopi Johny Cabang Serang di mana Hotman berangkat," tegasnya.

Diketahui, pada 2014 Pemprov Banten mengusulkan pengangkatan honorer K1 ke pemerintah pusat. Dari total 781, sebanyak 107 diantaranya menjadi ASN melalui tes dan hanya sekitar 300 orang yang diangkat tanpa tes.

Mereka akhirnya berencana menempuh jalur hukum dengan menggandeng Hotman Paris. Pertemuan pertama dengan sang pengacara digelar di Kedai Kopi Johny Jakarta pada 23 Februari lalu. Dalam perjalanannya sebagian honorer K1 ada yang sudah pensiun dan alih profesi sehingga kini yang tersisa berjumlah 351 orang. [ars]




Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds