Hensat: Kursi Jaksa Agung Sumber Ketegangan Mega-Paloh

Politik  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 08:42:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Hensat:  Kursi Jaksa Agung Sumber Ketegangan Mega-Paloh

Megawati undang Prabowo, Surya Paloh undang Anies/Net

RMOLBanten. Ketum PDIP Megawati Soekarniputri Menjadi pergunjingan publik sejak kemarin. Adalah sSikap "dingin" ketum trah Soekarno itu, terhadap rekan-rekan koalisinya saat pembukaan Kongres V PDIP,

Diluar kebiasaan Mega tidak menyapa satu per satu ketua umum parpol koalisi, justru rival politiknya Prabowo Subianto malah yang disebut-sebut.

Diduga akibat kurang baiknya hubungan Mega dengan Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, belakangan ini.

Analis politik Hendri Satrio melihat hubungan Mega-Paloh hanya dapat diperbaiki oleh campur tangan Presiden Jokowi.

"Cepat atau lambat, nanti ada saatnya mereka jadi satu lagi. Yang jadi 'lem' antara Surya Paloh dan Megawati ini kan sebetulnya Presiden Jokowi. Tinggal Jokowi yang selesaikan itu,” ujar Hendri Satrio dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (10/8).

Pengamat yang akrab disapa Hensat ini menjelaskan penyebab utama "perang dingin" Mega-Paloh adalah alotnya tawar-menawar pengisian jabatan Jaksa Agung untuk kabinet Jokowi-Maruf Amin.

PDIP dan Nasdem punya kriteria sendiri-sendiri untuk kandidat Jaksa Agung.

Posisi Jaksa Agung itu kan perdebatan Nasdem dan PDIP, apakah dari partai atau profesional atau jaksa karir. Nanti kita lihat saja, saya rasa sih Pak Jokowi akan menyelesaikan itu," ucap Hensat.

Secara pribadi Hensat menyarankan Jokowi memilih Jaksa Agung baru dari kalangan jaksa karir untuk mencegah terjadinya konflik internal di Korps Adhyaksa.

"Akan lebih baik kalau Pak Jokowi mendorong jaksa karir," sarannya.

Kabar bahwa hubungan Mega dan Surya Paloh memburuk mulai ramai sejak pertemuan para Ketum Parpol Koalisi Indonesia Kerja di DPP Nasdem, Gondangdia, Jakpus yang tidak melibatkan Megawati (Senin, 22 /7).

Dua hari kemudian, terjadi "reuni" Megawati dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Teuku Umar, Jakpus (Rabu, 24/7). Pada jam yang sama, Paloh mengundang Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, untuk makan siang di DPP Nasdem.

Dari kedua peristiwa politik itu, muncullah istilah Poros Gondangdia dan Poros Teuku Umar. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds