Dua Keberanian Qatar

Opini  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 12:19:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Dua Keberanian Qatar

Negara Qatar/Net

QATAR menjadi populer di masyarakat dunia akibat dua keberanian.

Pertama berani dimusuhi Arab Saudi beserta para sekutunya kecuali Oman. Kedua berani menyelenggarakan Piala Dunia Sepakbola 2022.

Mungil

Qatar merupakan negara kecil mungil terletak di tepi Teluk Persia, dengan luas wilayah 11.500 kilometer persegi, hanya sepertiga Provinsi Jawa Barat.

Semula Qatar merupakan negara paling miskin di Timur Tengah. Baru setelah produksi minyak meningkat pesat sejak merdeka pada awal tahun 70-an abad XX, secara dramatis Qatar menduduki posisi terhormat sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia.

Sebelumnya, sebagai negara protektorat Britania Raya, Qatar hanya hidup dari sektor perikanan dan bisnis mutiara.

Sejak tahun 1973 sampai masa kini, GDP Qatar melangit sekitar 1.000 persen atau 10 kali lipat.

Terkaya

Di masa kini, Qatar merupakan negara terkaya di dunia, dengan jumlah GDP per kapita mencapai 129.000 dolar AS, lebih tinggi ketimbang Luksemburg yang menempati peringkat ke-2.

Populasi Qatar hanya 2,6 juta jiwa dan hanya 300 ribu yang merupakan warga Qatar asli, sementara 2,3 juta lainnya pendatang.

Jumlah pendatang yang hampir delapan kali lipat dari penduduk pribumi Qatar tersebut dihadirkan oleh ekspansi serta esklasi pembangunan Qatar di segala bidang.

Jaminan kesehatan, sistem pendidikan, hingga infrastruktur sampai ke kebudayaan secara drastis dibenahi. Infrastruktur teknologi dan informasi Qatar paling terkemuka di jazirah Arab.

Emir

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani adalah putra keempat Hamad bin Khalifa Al Thani yang kemudian dinobatkan menjadi Emir Qatar.

Sheik Tamim menempuh studi di mancanegara sebelum menduduki berbagai jabatan penting di kepemerintahan Qatar sebelum menjadi pemimpin Qatar yang sangat peduli kebudayaan maka mendirikan Museum Islam dan Museum Nasional serta membina olahraga di Qatar.

Sheikh Tamim merupakan pemimpin monarki termuda di Timur Tengah.

Poster wajah Emir Qatar terpampang monumental di sepanjang jalan raya dari airport ke hotel sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih rakyat Qatar kepada Sheik Tamim bin Hamad Al Thani.

Liberalisasi

Qatar gigih berupaya melakukan liberalisasi di segala bidang.

Semisal pendirian stasiun televisi Al Jazeera (1996) demi menandingi pemberitaan CNN dan BBC, mendorong hak politik perempuan untuk memilih dan dipilih (1999), pembentukan konstitusi tertulis pertama yang memberikan jaminan hak-hak bagi masyarakatnya serta jaminan non-diskriminatif atas perbedaan apapun, baik jenis kelamin, ras, bahasa, maupun agama (2005), serta pendirian Gereja Katolik Roma di Miskat pada tahun 2008.

Gerakan modernisasi Qatar jelas bermakna sangat positif bagi masyarakatnya. Qatar terus-menerus memperkokoh posisi politik, ekonomi maupun kebudayaan Qatar di panggung internasional.

Qatar terlibat pada konflik Libya dengan mendukung pemberontak anti-Qaddafi. Qatar terlibat dalam konflik di Suriah dengan mengirim senjata ke mereka yang memberontak terhadap Assad.

Amerika Serikat dipersilakan mendirikan pangkalan militer di Qatar meski di sisi lain dicurigai mendukung terorisme Al-Qaida. Akibat kekurangan sumber daya manusia, warga asing dipekerjakan sebagai militer dan polisi.

Qatar berhasil terpilih sebagai penyelenggara Piala Dunia sepak bola 2022.

Namun mungkin dosa Qatar terparah terhadap Arab Saudi dan sekutunya kecuali Oman adalah kemesraan jalinan hubungan Qatar dengan Iran sebagai musuh bebuyutan Arab Saudi. [***]

Penulis adalah pembelajar peradaban dan kebudayaan dunia.

Komentar Pembaca
Penjara Sukarela

Penjara Sukarela

SENIN, 21 OKTOBER 2019

Periode Baru

Periode Baru

SABTU, 19 OKTOBER 2019

Otak Dengkul

Otak Dengkul

JUM'AT, 11 OKTOBER 2019

Sang Bunglon

Sang Bunglon

RABU, 09 OKTOBER 2019

<i>Buzzer</i> Menggonggong, Kakak Pembina Berlalu
Koalisi Terkuat Saat Ini

Koalisi Terkuat Saat Ini

SABTU, 05 OKTOBER 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds