Pengelolaan Tiga Pasar Tradisional Di Tangsel Ditawarkan Ke Swasta

Ekbis  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 15:44:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Pengelolaan Tiga Pasar Tradisional Di Tangsel Ditawarkan Ke Swasta

Sekda Tangsel Muhamad/ARS

RMOLBanten. Pemkot Tangsel tampaknya enggan mengelola tiga pasar tradisional yang ada di wilayahnya.

Ketiga pasar tradisional yakni, Pasar Jombang, Bintaro dan Serpong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Muhamad mengatakan, pemkot sudah membahas kemungkinan pengelolaan tiga pasar tradisional dikelola swasta atau PT PITS dengan anggota legislatif.

"Iya, nanti kita serahkan asetnya. Kita pisahkan dulu aset-asetnya. Kan harus dipisahkan dulu asetnya. Kita sudah membahasnya dengan dewan. Dipisahkan dulu asetnya baru dikelola PT PITS," katanya, Sabtu, (10/8).

Menurut Muhamad, dengan dikelola pihak swasta, penataan pasar lebih rapih atau tidak semrawut seperti sekarang ini. Perencanaan keuangan juga lebih maksimal.

Dan pemkot bisa fokus mengurusi hal urgen lainnya, tidak melulu dipusingkan dengan tata kelola pasar.

 "Emang kerjaan kita hanya jagain pasar saja," ucapnya.

Rencananya, sambung Muhamad, Pemkot Tangsel akan menggandeng PT PITS atau swasta untuk mengelola tiga pasar tradisional yang sudah jelas status hukumnya.

"Tiga pasar ini sementara. Karena status hukumnya jelas tidak crowded," tegas mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian ini.

Muhamad melihat, pengelolaan pasar akan lebih efektif dan maksimal jika dikelola swasta, alasanya sistem kerjanya tidak terikat waktu. Beda halnya pegawai pemkot.

"Tidak seperti kita. Harus balik ke kantor, iya kan. Coba kalau swasta. Bebas kan," jelasnya.

Petimbangan lainnya, kata Muhamad kenapa pasar harus dikelola swasta, itu masalah efisiensi dan berbicara sumbangsih pendapatan ke kas daerah.

"Lebih efisiensi. Sekarang begini, hasilnya berapa, pendapatnya berapa kita (selama dikelola pemda)?. Tapi tenaga kita terkuras di sana kan. Biaya operasional segala macam. Kita ga dapat apa-apa. Sedangkan di sana kita ga maksimal, kenapa ? kebanyakan punya negara, beda dengan dikelola swasta," tandasnya.[ars]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds