Tatu: Pemuda Harus Bisa Kelola Koperasi

Ekbis  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 20:16:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Tatu: Pemuda Harus Bisa Kelola Koperasi

Peringatan Hari Koperasi/RAG

RMOLBanten. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta pemuda ikut menggiatkan dan mengembangkan koperasi yang bisa menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Tatu saat Peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun Tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Desa Plawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (13/8).

Pemuda harus mau mengelola koperasi. Kalau tidak, maka tidak ada estafet atau tidak ada generasi muda, maka nanti akan hilang dunia koperasi. Jadi koperasi harus ada regenerasi yang benar-benar mau menggeluti,” ujar Tatu.

Selain itu, kata Tatu, pemuda sudah menggandrungi pasar online, sehingga bisa menarik produk-produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Serang untuk dipasarkan ke tingkat internasional.

Produk UMKM asli Kabupaten Serang, alhamdulillah sudah masuk menggunakan sistem online,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku UMKM harus bisa tergabung dalam sebuah koperasi. Sebab nanti ada pembinaan untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, permodalan, dan pemasaran.

"Pada peringatan Hari Koperasi ini, sesama koperasi bisa saling komunikasi untuk membangun lebih baik. Termasuk untuk sama-sama mengikuti perkembangan teknologi melalui sistem pemasaran online,” ungkapnya.

Pada Hari Koperasi Nasional yang diselenggarakan pada 12 Juli 2019 di Purwokerto, Jawa Tengah lalu, Koperasi asal Kabupaten Serang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Penghargaan diraih oleh tiga koperasi. Yakni Koperasi wanita Bina Sejahtera untuk kategori Koperasi berprestasi, Anis Supeni Manajer Koperasi Wanita Bina Sejahtera untuk kategori Bhakti Koperasi, dan Mohamad Nur Bendahara Koperasi Karyawan Kiat Eka Sari PT Indah Kiat untuk kategori Bhakti Koperasi.  

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid menilai,  UMKM dan koperasi harus sinergi. Sebab dalam satu koperasi, bisa menghimpun lebih dari 100 UMKM.

Jadi mereka tidak perlu ke bank untuk meminjam uang, dan bisa melalui koperasi. Tentu syarat, koperasi wajib transparan, salah satunya harus rutin rapat anggota tahunan. Di situ keterbukaan, anggota bisa memberikan saran pendapat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam koperasi terdapat proses simpan pinjam, dan harus dilakukan transparan. Jika tidak transparan, maka pelaku UMKM akan malas melakukan proses simpan pinjam.

"Termasuk kita harus mengajak anak-anak muda untuk mencintai koperasi. Dan harus diakui, sekarang kepengurusan koperasi itu kebanyakan orang-orang tua,” tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds