Bupati Irna Dukung Terobosan ASN Bekerja Dari Rumah

Kabupaten Pandeglang  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 20:23:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Bupati Irna Dukung Terobosan ASN Bekerja Dari Rumah

Irna Narulita/MUL

RMOLBanten. Menanggapi adanya wacana dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang membolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah. Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku sepakat dengan wacana tersebut.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menilai, sistem bekerja di rumah dapat mengurangi beban pegawai yang dianggap rentan dihadapi ASN. Rutinitas kantoran kerap kali menimbulkan kepenatan dikalangan pegawai. Sehingga dengan memberlakukan bekerja dari rumah, diharapkan dapat me-refresh diri.

"Mereka masih bisa berkumpul dengan keluarga dan dia juga bisa lebih fokus karena suasana baru, refresh. Sambil teh dibuatin isteri, kan enak tuh yah? Gairahnya, passion-nya untuk kemajuan Pandeglang," kata Irna, Selasa (13/8).

Bupati mengatakan, wacana itu bisa menjadi satu terobosan baru dalam bidang pemerintahan. Karena dia menyebut, sistem tersebut sudah lebih dulu digunakan dibeberapa negara lain.

"Jadi saya sangat setuju sekali karena memang kepenatan, stres tinggi, ketika di rumah beda. Ada kasih sayang yang murni di situ. Bisa menambah inovasinya dan kreatifitasnya," ujarnya.

Kendati begitu, sistem ASN yang bekerja dari rumah sebaiknya tidak diterapkan diseluruh instansi. Pemberlakuan aturan itu cukup bagi ASN yang bertugas dibidang operator atau Informasi Teknologi (IT). Itu pun tidak setiap hari bekerja dari rumah.

"Saya menyambut baik wacana pusat bekerja dari rumah. Tetapi tidak selama seminggu juga, mungkin ada hari apa yang harus ke kantor. Dan tidak semua OPD. Kalau yang berhubungan langsung dengan publik kan tidak bisa. Tapi yang memegang peranan di situ bisa Bappeda, BP2D, atau BPKD. Karena OPD itu stresnya tinggi," ujar istri dari Ahmad Dimyati Natakusuma itu.

Irna mengaku tidak khawatir jika sistem bekerja dari rumah disalahgunakan pegawai. Karena meski tidak ke kantor, mereka tetap harus membuat laporan kinerja dan hasil yang sesuai tupoksinya.

Untuk tunjungannya jangan dibedakan. Karena pemberlakuan  sistem bekerja itu diperuntukan untuk orang-orang yang expert atau ahli dibidangnya dan tanggung jawabnya berat.

"Jadi ada kebutuhan khusus yang bekerja di rumah, mungkin bertahap nanti bagi yang spesifikasi di IT dia bisa bekerja online. Jadi semuanya selesai dan ada reportnya, ada setiap hari kerjakan apa. Jadi koordinasi dan komunikasi pakai aplikasi semua," bebernya.

Irna menegaskan, pihaknya mendukung wacana pemerintah dan siap untuk mensukseskan program itu. Dia meyakini pemerintah pusat mempunyai indikator tertentu dalam memberlakukan aturan tersebut.

"Saya rasa pemerintah paham lah dengan aturan. Intinya kami support. Pasti indikatornya ada tuh, yang di rumah harus begini, reportnya harus per dua jam. Karena kan dia harus ada satu alat yang nyambung ke server data," tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds