Aktivis Sesalkan Ribuan Balon Gas Di Film "Dari Cilegon Untuk Indonesia"

Pariwisata & Budaya  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 09:47:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Aktivis Sesalkan Ribuan Balon Gas Di Film

Balon gas di Film Dokumenter/Repro

RMOLBanten. Film Dokumenter 74Th Indonesia "Dari Cilegon Untuk Indonesia" disesalkan sejumlah aktiviz. Pasalnya,  terdapat tayangan melepaskan ribuan balon gas ke udara.

Film tersebut merupakan persembahan Polres, Kodim, dan Pemkot setempat untuk peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74.
Bendahara Umum Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Kota Cilegon Rahmat Safrai mengungkapkan rasa prihatin atas adanya pelepasan balon gas pada akhir film berdurasi 4.11 menit yang diungah di kanal Youtube milik Rico Sirait, pada senin 12 Agustus 2019.

Pelepasan balon dilakukan di Alun-alun Kota Cilegon yang diikuti oleh sedikitnya 2.000 orang. Tayang pada menit ke 3.21.

"Menerbangkan balon gas ke udara itu sudah menjadi isu global yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Rasanya cukup aneh saja jika dari banyaknya orang yang terlibat tidak ada yang sadar akan hal tersebut," kata Rahmat , Rabu (14/8)

Rahmat menjelaskan, bukan ide kreatif jika untuk kebutuhan sebuah film.  

Selebrasi dengan balon gas hanya akan berakhir buruk terhadap lingkungan. Dampak negatif dari balon justru akan menjadi sampah di atmosfir, namun jika jatuh akan turun di darat dan di laut.

Senada, Nur Cholis pegiat lingkungan di Sanggar Wuni Kreasi Ciwandan, Cilegon, apa yang dilakukan  pemerintah daerah dengan unsur kepolisian dan  Kodim tidak elegan.

"Selama kami bersama dengan aktifivis di sanggar selalu melakukan edukasi pemanfaatan sampah anorganik, karena selama  ini, Indonesia termasuk penyumbang sampah plastik terbesar di Dunia, berada di urutan kedua.," ungkapnya.

Holis mengungkapkan, beberapa foto di internet soal dampak negatif balon gas menyebabkan banyak hewan yang mati karena memakan balon. Ia merasa heran, lantaran Pemkot Cilegon tak mengetahui isu internasional yang sedang naik, yaitu soal sampah di lautan.

"Balon-balon yang terbang bisa berakhir di lautan dan dimakan oleh hewan laut. Bila berakhir di darat, balon termasuk bahan yang sulit terurai" katanya.

Ia mencontohkan Provinsi Bali yang pemerintah daerahnya peduli soal persampahan melalui Peraturan Gubernur  Bali (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

"Di Bali misalnya, Gubernurnya sudah mengeluarkan Pergub soal sampah plastik. Kok di Cilegon malah hura-hura demi konten bagus menggunakan balon gas" katanya.

Ia berharap, Pemkot Cilegon lebih sadar dan melek soal lingkungan, dan jangan dianggap remeh karena sebagai pemerintah haru berpikir visioner. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds