Polisi Gagalkan Penyeludupan Paket Sabu 1.824 Gram Dari Luar Negeri

Hukum  KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 , 20:23:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Polisi Gagalkan Penyeludupan Paket Sabu 1.824 Gram Dari Luar Negeri

Barbuk paket sabu/LAN

RMOLBanten. Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan narkotik jenis sabu 1.824 gram sabu yang berasal dari luar negeri.

Penemuan itu bermula ketika pemeriksaan Xray dari bagasi penumpang berinisial AA dengan rute penerbangan India-Malaysia dan Malayasia-Jakarta pada Sabtu (10/8) lalu.

"Penyelundupan itu dilakukan dengan modus jasa titip (jastip) barang mewah. Didapati lima box atau kotak berisi parfum dan ikat pinggang yang masing-masing didasarnya disembunyikan plastik hitam berisi kristal bening (sabu)," ujar Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Bandara-Soekarno, Erwin Situmorang, Kamis (15/8).

Kotak yang bertuliskan Mont Blanc itu masing-masing terdapat jenis paket yang berbeda di setiap kotaknya, yakni paket 10 bungkus sabu seberat 573 gram dan paket 2 bungkus sabu seberat 215 gram.

Setelah dimintai keterangan oleh petugas, AA mengaku sering membuka jastip lewat media sosial.

"Beberapa waktu lalu, AA mendapat tawaran dari seseorang untuk berangkat mengambil barang jastip ke India. Sesampai di India, AA bertemu dengan seseorang di sebuah hotel yang menyerahkan barang jastip 5 kotak beserta koper yang akan diambil di Jakarta," terang Erwin.

Pihak Bea dan Cukai yang berkoordinasi dengan kepolisian kemudian melakukan penelusuran lalu mengamankan T (38) dan LR (39) yang diduga berperan sebagai penjemput barang.

Dari tempat tinggal T di Kapuk Muara, Jakarta Utara, ditemukan barang bukti lainnya yakni sabu seberat 33 gram. Total barang bukti yang ditemukan pun 1.824 gram.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun," terang  [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds