Kazan

Opini  MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 19:37:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Kazan

Suasana di Kazan/Net

MOSKOW merupakan ibukota merangkap destinasi wisata utama Rusia. Disusul  Petersburg. Namun bagi para wisatawan pemerhati kebudayaan khususnya Islam, kini ada destinasi ke tiga yang hukumnya wajib dikunjungi  yaitu Kazan.

Tatarstan

Kazan adalah ibukota republik Tatarstan sebagai negara bagian Rusia yang didirikan oleh suku Mongol Tatar.

Setelah disintegrasi Golden Horde  pada abad XV, Kazan menjadi ibukota sebuah khanat merdeka di sebuah pulau di tengah sungai Wolga. Pada tahun 1552, Tsar Ivan IV Sang Bengis menaklukkan Kazan menjadi bagian dari kekaisaran Rusia.

Setelah dibumihanguskan pada huruhara 1773-74, Ratu Katarina II Akbar membangun kembali kota Kazan untuk menjadi pusat industri manufaktural seperti sabun, sepatu, kerajinan kulit, tekstil, makanan, sampai pengolahan minyak bumi serta produk kimia dan elektronik.

Kazan juga menjadi pusat kebudayaan dan pendidikan dengan Universitas Negeri Kazan yang sempat mendidik tidak kurang para tokoh nasional Rusia seperti Tolstoy, Balakirev dan Lenin.

Islam

Ibnu Fadian dari Bagdad membawa Islam pertama kali masuk ke Kazan pada tahun 922. Kekhanatan Kazan pada tahun 1430 memproklamirkan diri sebagai negara merdeka dengan Islam sebagai agama utama. 

Di masa kepemimpinan Vladimir Putin pada tahun 1990 di Tatarstan hanya ada 100 masjid namun berkembang menjadi 1.000 masjid pada tahun 2004. Pada tahun 2010, Idul Fitri dirayakan sebagai hari raya nasional republik Tatarstan.

Kazan menyelenggarakan Muslim Film Festival dengan peserta dari 28 negara Islam.  Sebuah pabrik makanan halal didirikan di Kazan sama halnya dengan The Russian Islamic University, pabrik makanan halal serta sistem perbankan syariah pertama di Rusia diterapkan di Kazan.

Institut Islam Rusia menyelenggarakan Kompetisi Baca Quran dan Adzan tingkat internasional di Kazan. Vladimir Putin menjadikan Kazan sebagai bukti semangat kerukunan umat beragama di persada Rusia masa kini.

Kemanusiaan

Para pemerhati kerukunan umat beragama dapat mengunjungi Kuil Universal atau Kuil 16 Agama prakarsa seniman dan filantropis Ildar Khanov di mikrodistrik Staroye Arakchino, Kazan sejak tahun 1992.

Kawasan Kuil Universal memiliki bangunan-bangunan dengan arsitektur Islam, Nasrani, Judaisme, Hindu, Buddha, Zoroaster dan lain-lain agama sebagai ikhtiar mengekspresikan semangat kerukunan antar umat beragama yang sepakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan perdamaian umat manusia di alam semesta. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Komentar Pembaca
Alam Bawah Sadar Kolektif

Alam Bawah Sadar Kolektif

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019

Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon

Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Opini Dari Melbourne

Opini Dari Melbourne

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019

Amanat Penderitaan Rakyat

Amanat Penderitaan Rakyat

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019

Selamat Jalan Pak Habibie

Selamat Jalan Pak Habibie

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019

Sultan Muhammad Al Fatih

Sultan Muhammad Al Fatih

RABU, 11 SEPTEMBER 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds