Di GBHN Adat dan Islam Pondasi Struktur Negara, Fahri Setuju Yusril

Hukum  SENIN, 19 AGUSTUS 2019 , 09:46:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Di GBHN Adat dan  Islam Pondasi Struktur Negara, Fahri Setuju Yusril

Fahri Hamzah/Net

RMOLBanten. Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengaku setuju dengan wacana menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dari PDI Perjuangan.

Menurutnya Yusril, GBHN merupakan sesuatu yang diperlukan bagi bangsa dan negara.

Agar arah pembangunan dan perjalanan bangsa selama lima tahun ke depan betul-betul merupakan kesepakatan seluruh warga bangsa, yang diputuskan oleh MPR,” terangnya dalam tulisan berjudul Kembali Ke GBHN Dan MPR Yang Sesuai Staatidea Indonesia” yang disebarluarkan pada Minggu (18/8).

Yusril menggarisbawahi bahwa  MPR yang dimaksud bukan MPR seperti sekarang, yang dihasilkan oleh amandemen UUD 1945.

MPR yang dimaksud harus merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia” yang terdiri atas anggota-anggota DPR ditambah dengan utusan daerah-daerah dan golongan-golongan.

MPR seperti itu sesungguhnya lebih sesuai denganstaatsidea” bangsa kita yang didasarkan kepada hukum adat dan ajaran Islam tentang negara daripada konsep MPR sekarang,” tegasnya.

Fahri Hamzah mengaku setuju dengan pernyataan ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Menurut Fahri, pondasi yang tidak boleh dilupakan dalam membangun struktur negara adalah adat dan Islam.

Bukan western minded apalagi American minded. Dalam banyak hal saya setuju,” tegas Wakil Ketua DPR ini dalam akun twitter pribadi. [dzk] 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds