Lima Poin Klarifikasi Lengkap UAS Kepada Pimpinan MUI

Politik  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 21:45:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Lima Poin Klarifikasi Lengkap UAS Kepada Pimpinan MUI

Ustaz Abdul Somad di Kantor MUI/RMOLNetwork

RMOLBanten. Llima poin disampaikan penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ter kait klarifikasi isi ceramah tentang salib yang viral.

Dosen asal Pekanbaru ini memenuhi undangan MUI datang ke Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu sore (21/8). Hadir pimpinan MUI diantaranya, Dr. Anwar Abbas (sekjen), Masduki Baidlowi (ketua bidang infokom), Muhyiddin Junaidi (ketua bidang luar negeri dan kerjasama internasional).

UAS menyampaikan lima poin terhadap pimpinan MUI juga disampaikan di depan awak media di ruang konferensi pers di lantai empat Kantor MUI.

Pertama, UAS menyampaikan kedatangannya untuk bersilaturahmi kepada pimpinan MUI Pusat lantaran dia juga merupakan anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau.

"Silaturahim antara ustaz-ustaz di daerah dengan alim ulama di pusat. Alhamdulillah silaturahim kali ini berjalan dengan baik," ucap UAS.

Kedua, UAS menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi bukanlah seperti penggelalan video yang beredar di media sosial yang dinilai menjadi hiruk pikuk di tengah masyarakat.

"Saya sebagai warga negara yang baik ingin menjelaskan, jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu di media sosial. Bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan, bukan tema kajian, bukan inti permasalahan, karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi setelah itu tanya jawab. Ketika itu lah ada masyarakat yang bertanya lalu saya jawab. Maka video itu adalah menjawab pertanyaan," papar UAS.

Ketiga, jawaban dari pertanyaan jamaah yang disampaikan UAS berada di tengah umat Islam serta berada di ruang tertutup, hanya ada beberapa jamaah yang hadir pada kajian tersebut.

"Bahwa itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim, di dalam Masjid, di tempat tertutup, di tengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh. Bukan di acara "Damai Indonesia Ku" di tvOne, bukan tabligh akbar di tanah lapang stadion sepak bola, bukan di waktu ramai sampai 100 ribu orang, tapi pengajian," jelasnya.

Keempat, UAS mengaku menjelaskan akidah umat Islam berkaitan dengan yang disampaikan pada penggalan video yang beredar di media sosial.

"Bahwa saya sedang menjelaskan aqidah keyakinan seorang muslim sebagaimana dalam Islam diajarkan. Innal malaikata sesungguhnya malaikat laa tadkhulu bayta tidak masuk ke dalam rumah fiihi tamatsil kalau di dalam rumah itu ada patung. Mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung, karena diantara tempat-tempat tinggal jin adalah patung," terang UAS.

"Sebab itu penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga aqidah umat Islam. Saya tidak sedang kapasitas perbandingan agama atau berdebat atau berdialog tapi menjelaskan aqidah umat Islam," tambahnya.

Yang kelima atau terakhir, UAS menjelaskan video yang berbeda di media sosial tersebut merupakan video yang lama sekitar tiga tahun yang lalu.

"Bahwa itu sudah berlangsung saya tidak lagi memberikan kajian rutin subuh setelah keliling tabligh akbar, tapi itu lebih kurang tiga tahun yang lalu," demikian UAS. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds