Pemkab Serang Teken MoU Dengan Unpas

Daerah  MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 14:58:00 WIB | LAPORAN: OBI JAYA

Pemkab Serang Teken MoU Dengan Unpas

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Raktor Unpas Prof Edy Yusuf/Dok

RMOLBanten. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan perjanjian kesepahaman kerja sama dengan Universitas Pasundan (Unpas) Banten.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Rektor Unpas Profesor Eddy Jusuf di Banten, Jumat (23/8).

Kerja sama dilakukan menyangkut pelaksanaan tri darma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kemudian fokus pada aspek ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rektor Unpas Profesor Eddy Juyuf mengatakan, MoU bertujuan untuk menghilirisasikan atau berkolaborasi dalam pengembangan pertanian dan perikanan.

"Tentu, MoU ini lebih luas untuk meningkatkan pemberdayaan perekonomian masyarakat di Kabupaten Serang,” ujarnya.



Sedangkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, beberapa perguruan tinggi memiliki unggulan masing-masing. Bersama Unpas, kata dia, Pemkab Serang akan bekerja sama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Untuk kerja sama tadi di bidang ketahanan pangan, pertanian, koperasi dan perdagangan, peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Serang, dan untuk mendorong daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Serang disebut jadi salah satu daerah dengan tingkat ketahanan dan swasembada pangan yang aman. Bahkan produksi pangan di Serang mengalami surplus atau kelebihan produksi setiap tahun.



Menurut catatan Dinas Pertanian Kabupaten Serang, produksi padi pada tahun 2018 mencapai 524.228 ton, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 520.105 ton. Produksi jagung tercapai 639,5 ton dari target produksi 212,1 ton disusul produksi kedelai mencapai 1.206 ton dari target produksi 757 ton.

Semua target produksi tanaman pangan tercapai pada tahun 2018. Kabupaten Serang surplus melebihi 100 persen. Bahkan produksi jagung surplus hingga 301,52 persen. [adv]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds