Luhut: Perbantuan Asuransi China Atasi Defisit BPJS Baru Sebatas Saran

Politik  MINGGU, 25 AGUSTUS 2019 , 20:31:00 WIB | LAPORAN: APRILIA RAHAPIT

Luhut: Perbantuan Asuransi China Atasi Defisit BPJS Baru Sebatas Saran

Luhut Binsar Panjaitan/Net

RMOLBanten. Usai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyarankan kerja sama dengan asuransi China bernama Ping An untuk mengatasi defisit.

Polemik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali menjadi perbincangan hangat.

Luhut angkat suara mengenai asuransi China tersebut.  Ia sadar statemennya menuai polemik.

Luhut menceritakan ketertarikannya dengan perusahaan asuransi negeri Tirai Bambu itu usai bertemu salah satu pemimpin Ping An Insurance bulan lalu.

"Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori penggunaan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China," ungkap Luhut melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (25/8).

Dari keterangan yang ia dapat, layanan Ping An telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang.

Luhut menegaskan bahwa perbantuan asuransi asing terhadap BPJS baru sebatas saran dan belum ada kesepakatan kerja sama antara keduanya.

"Mereka juga memberikan saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp 28,4 triliun," tandasnya.

Luhut juga sadar sadar bahwa permasalahan devisit BPJS yang memiliki jumlah peserta sebanyak 222 juta orang ini bukanlah kewenangannya sebagai Menko Kemaritiman.

Namun sebagai waga negara, ia berharap masalah BPJS bisa segera diselesaikan meski harus melibatkan pihak asing.

Ping An sendiri merupakan sebuah grup yang mengelola jasa keuangan pada tiga divisi, yaitu asuransi, investasi, dan perbankan dengan aset mencapai 1,3 triliun dolar AS.

Ping An Insurance bahkan merupakan perusahaan asuransi terbesar di Cina dengan kapitalisasi pasar sebesar 230 miliar dolar AS. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds