Tolak Proyek Geothermal, Masyarakat Padarincang Sholat Istighosah

Kabupaten Serang  SENIN, 26 AGUSTUS 2019 , 18:49:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Tolak Proyek Geothermal, Masyarakat Padarincang Sholat Istighosah

Tolak proyek geothermal/RAG

RMOLBanten. Perlawanan masyarakat dan mahasiswa Padarincang yang dilakukan sejak tahun 2017 untuk menolak proyek Geothermal terus menggema dan bersuara.

Komponen masyarakat yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (SAPAR) menggelar istighosah dan aksi penolakan proyek geothermal.

Dalam aksinya massa aksi menolak adanya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Gunung Prakasak, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Senin (26/8).

Menurut masyarakat dengan adanya megaproyek tersebut maka secara tidak langsung akan merusak alam Padarincang, terelbih mayoritas masyarakat Padarincang adalah bertani.

Apipudin, salah satu masyarakat mengatakan aksi tersebut bertujuan untuk mencabut izin eksplorasi PLTPB Padarincang.

"Aksi kami dari masyarakat Padarincang yang tergabung dalam SAPAR bersama mahasiswa Banten bertujuan untuk bagaimana izin eksplorasi PLTPB di Padarincang itu segera di cabut," ujarnya disela-sela aksi.

Apip mengatakan, pihak perusahaan jangan semena-mena terhadap masyarakat Padarincang. Sebab, kata Apip pembangunan Geothermal di Padarincang akan merusak alam yang ada di Padarincang.

"Tolonglah jangan semena-mena, perusahaan ini kalau tetap dibangun akan merusak alam yang ada di Padarincang," katanya.

Senada dengan Apipudin, Ibas salah satu santri Padarincang mengatakan masyarakat Padarincang sangat menolak jika adanya pembangunan Geothermal di Padarincang.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan PLTPB maka akan merusak alam lingkungan yang ada di Padarincang.

"Kami sebagai masyarakat padarincang, sangat menolak adanya proyek Geothermal yang ada di Padarincang. Karena, dampak yang dirasakan oleh masyarakat menurut kami, pembangunan ini tidak ramah terhadap alam di lingkungan Padarincang," katanya.

H. Doi'f salah satu massa aksi juga mengatakan berkumpulnya masyarakat di pintu akses masuk proyek Geothermal adalah untuk menyamakan aspirasi. Sebab, masyarakat Padarincang menurutnya, akan tetap menolak Geothermal yang akan kembali melakukan aktivitasnya.

"Kami berkumpul disini untuk menyamakan aspirasi bahwa kami tetap menolak Geothermal yang akan kembali dilakukan aktivitas nya," katanya.

Berkumpulnya masyarakat tersebut, kata H.Doi'f, selain menolak geothermal juga dalam kaitan menjaga kelestarian alam sebab hal itu adalah tanggung jawab bersama.

"Kami berkumpul disini untuk memutihkan hati pejabat, pengusaha, hati masyarakat bahwa ini adalah tanggung jawab kita, alam adalah milik kita, kita harus jaga dan harus kita pertahankan kelestariannya," tuturnya.

Ia juga mengatakan, daerah Padarincang merupakan daerah agraris bukan industri yang mayoritas masyarakatnya adalah bertani.

"Karena kita hidup dari alam dan berkehidupan dari alamat. Dan padarincang adalah daerah agraris bukan industri," katanya.

Kata dia, masyarakat Padarincang tidak anti terhadap pembangunan. Masyarakat menantikan pembangunan yang ramah lingkungan, sosial, budaya, dan agama.

"Kami tidak anti pembangunan, tapi kami menanti pembangunan yang ramah lingkungan ramah sosial, budaya dan agama," tukasnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds