Puskesmas di Banten Belum Memenuhi Standar

Kesehatan  JUM'AT, 30 AGUSTUS 2019 , 21:50:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Puskesmas di Banten Belum Memenuhi Standar

Kadinkes Banten M. Yusuf/RUS

RMOLBanten. Puskesmas di Banten masih banyak yang belum memenuhi standar.  Dinkes saat ini tengah mengirim 87 tenaga kesehatan dengan penugasan khusus untuk melengkapi standar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 75 Tahun 2014.

Plt Kepala Dinkes  Banten M Yusuf mengatakan, dengan kesehatan yang menjadi program prioritas pemprov, maka semua hal yang berkaitan dengannya menjadi fokus pembenahan. Salah satu yang kini sedang konsen dibenahi adalah masih banyaknya puskesmas yang belum memenuhi standar.

(Yang belum memenuhi standar) terutama yang jauh dari perkotaan,” kata M Yusuf  usai membuka kegiatan pembekalan dan pemberangkatan tenaga kesehatan penugasan khusus di Aula Kantor Dinkes Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat, (30/8).

Ia menjelaskan, penyebab puskesmas belum memenuhi standar bervariatif. Ada yang kekurangan di sektor kesehatan lingkungan hingga laboratoriumnya.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, Dinkes berupaya melakukan perbaikan. Caranya dengan mengirim 87 tenaga kesehatan penugasan khusus untuk membantu puskesmas.

"Mereka akan membantu puskesmas yang belum memenuhi untuk bisa memenuhi standar. Ini sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Yusuf, 87 tenaga kesehatan penugasan khusus itu tak ditempatkan secara permanen. Mereka memiliki masa tugasnya yang akan diperpanjang jika diperlukan maksimal sebanyak tiga kali. Untuk gaji mereka, seluruhnya ditanggung oleh pemprov dengan besaran bervariasi sesuai penempatan.

Yang paling jauh tentu lebih besar dibandingkan yang dekat,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Kefarmasian pada Dinkes  Banten Akhrul Aprianto mengatakan, 87 tenaga kesehatan dengan penugasan khusus ini akan ditempatkan di Puskesmas yang masih kurang terpenuhi standarnya. Fokus utama di Lebak dan Pandeglang,” terangnya.

Di dua daerah tersebut, masih banyak terdapat puskesmas yang kekurangan tenaga medis gizi. Akibatnya, permasalahan kesehatan seperti stunting, gizi buruk dan tubercolosis masih menjadi perhatiannya.

"Setelah adanya tenaga kesehatan penugasan khusus ini, masing-masing kabupaten/kota memenuhi sendiri standar fasilitas kesehatan itu (puskesmas, red)," imbuhnya. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds