Bantuan Gempa Dikurangi, Warga Kecewa Dana Tak Kunjung Cair

Pemprov Banten  KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 , 12:19:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Bantuan Gempa Dikurangi, Warga Kecewa Dana Tak Kunjung Cair

Gempa Pandeglang/Dok

RMOLBanten. Jumlah penerima bantuan pemerintah untuk warga Pandeglang dan Lebak terdampak gempa bumi mengalami pengurangan. Dari 800 rumah yang terdampak gempa tidak semuanya akan mendapatkan bantuan.

Hal itu disampaikan Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, E Kusmayadi, Kamis (5/9).

Diketahui, hingga saat ini korban bencana gempa Pandeglang belum juga mendapatkan bantuan keuangan dari Pemprov Banten, seperti yang sebelumnya pernah dijanjikan, mulai dari Rp 5 - 25 juta.

Dari 800 rumah yang terkena dampak gempa pada 2 Agustus lalu, tidak semuanya akan mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten, seperti yang pernah diajukan oleh Pemkab pandeglang sebelumnya,” katanya.

Dijelaskan Kusmayadi, penurunan tersebut berdasarkan hasil verifikasi tim di lapangan. Pihaknya beralasan, bantuan diutamakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Meski begitu, pihaknya belum mau menyebutkan berapa jumlah korban yang akan menerima bantuan dari pemerintah daerah.

Hari ini akan dilakukan rapat dengan Tim Anggaran Pemerintahn Daerah (TAPD), sebelum nantinya SK pencairan diterbitkan. Mudah-mudahan minggu depan lah sudah bisa cair,” katanya.

Sementara, warga Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang mempertanyakan bantuan gempa bumi yang terjadi pada 2 Agustus lalu ke Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) yang tak kunjung turun.

Sampai saat gak ada kabar dan belum ada kepastian kapan bantuan tersebut turun,” kata korban Gempa di Kampung Karoya, Desa Panjang Jaya, Sawiri dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Padahal penyerahan secara simbolis telah dilakukan sejak sepekan pasca bencana. Menurutnya, setelah penyerahan simbolis, warga di minta datang ke Kantor Kecamatan Mandalawangi untuk membereskan persyaratan karena bantuan tersebut dikucurkan melakukan Bank BJB.

Katanya besok ke kecamatan yah ibu-ibu, untuk buat buku tabungan. Setelah ke kecamatan, pihak kecamatan juga pada nggak tahu. Jadi gimana yah, kok membingungkan kami gini, seperti dipermainkan begitu,” katanya.

Warga meminta kepastian jadwal bantuan tersebut turun, sebab warga telah dijanjikan pemprov. Para korban gempa rela berhutang bahan material untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak setelah digoyang gempa.

Warga disini bela-belain ngehutang ke toko material (bangunan)  karena (pemerintah) sudah menjanjikan. Bahkan yang ngomong (pejabat) langsung ke sini. Sehingga masyarakat langsung pada percaya,” jelasnya.

Lantaran bantuan tak kunjung turun, ia merasa tak enak kepada korban gempa lainnya. Sebab saat penyerahan simbolis ia diminta untuk testimoni mengucapkan terimakasih kepada Gubernur WH yang telah memberikan bantuan tersebut.

Sedangkan (korban) yang lain itu tanya ke ke sini aja. Karena (pejabat) datangnya juga sering ke sini. Bagi warga yang terkena dampak yang sudah dicatat, minimal ada kepastian. Sudah mah lagi terkenal musibah malah di gini-gini,” pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds