Partai Reformis, PAN Butuh Figur Ketum Baru Untuk Tarik Pemilih

Politik  SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 , 11:27:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Partai Reformis, PAN Butuh Figur Ketum Baru Untuk Tarik Pemilih

Foto: Ilustrasi

RMOLBanten. Partai Amanat Nasional adalah partai anak kandung reformasi, sehingga sudah seyogyanya melakukan reformasi internal untuk menghadapi tantangan berat tahun 2024 mendatang.

Untuk itu, munculnya nama baru pengganti Zulkfli Hasan perlu disambut baik.

Demikian disampaikan Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rifan kepada RMOLNetwork, Selasa (10/9).

PAN sedang menjadi perbincangan hangat. Setelah mencuat beberapa nama di luar kader partai yang dinilai berpotensi menggantikan Zulkifli Hasan menakhodai partai berlambang Matahari terbit itu.

Sandiaga Uno, Gatot Nurmatyo dan Anies Baswedan merupakan nama-nama beken yang dihubung-hubungkan akan menjadi Caketum PAN.

"Lantaran sudah tidak ada figur capres petahana, semua partai akan berlomba-lomba menyodorkan figur baru. Dalam perilaku pemilih kita, figur ID jauh lebih kuat ketimbang party ID. Artinya, untuk menaikkan suara partai, dibutuhkan figur yang kuat," paparnya.

PAN kata Ali akan diuntungkan apabila nakhoda pengganti Zulhas sekaligus menjadi calon presiden atau calon wakil presiden (Capres/Cawapres).

Ali melihat hal tersebut akan menguntungkan PAN karena dapat mendatangkan efek elektoral.

"Kalau figur tersebut sekaligus bisa manjadi capres/cawapres, maka bisa mendatangkan efek ekor jas (coattail effect) di kontestasi 2024 mendatang. Figur baru penting bagi PAN untuk menarik ceruk pemilih yang lebih luas. Selama ini pemilih hanya berkutat pada kelompok Muhammadiyah," tukasnya.

Munculnya Sandiaga Uno, Anis Baswedan dan Gatot Nurmantyo akan berdampak baik bagi bertambahnya pendukung di luar basis pemilih PAN saat ini.

Selain itu, munculnya figur baru akan membuat PAN bertransformasi menjadi partai modern yang disukai pemilih salah satunya kelompok milenial.

"PAN harus bertransformasi jd partai modern. Salah satunya dengan memperkuat pelembagaan partai. Tentu membuka selebar-lebarnya figur baru sebagai ketua umum (yang tidak harus klain Amien Rais) merupakan ciri partai modern," pungkasnya. [dzk]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds