Alumni Dan Akademisi UIN Jakarta Solid Lawan Upaya Pelemahan KPK

Politik  SELASA, 10 SEPTEMBER 2019 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Alumni Dan Akademisi UIN Jakarta Solid Lawan Upaya Pelemahan KPK

UIN Jakarta/Net

RMOLBanten. Ratusan akademisi dan alumni kampus IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta solid dan ramai-ramai menolak revisi Undang-Undang (UU) KPK dan calon pimpinan KPK bermasalah.

Mantan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE. menjadi yang pertama dalam urutan menolak Revisi UU KPK.

Para alumni dan akadeisi ini menilai rencana DPR merevisi beleid KPK telah menimbulkan kontroversi. Perlawanan mereka dituangkan lewat petisi grup whatsapp yang dihuni para alumni UIN  Jakarta.

Dari mulai dosen, dekan hingga guru besar. Dari jajaran dosen, dekan hingga guru besar berderet nama-nama besar UIN. Selain Azyumardi Azra, ada Sudarnoto Abdul Hakim, Arief Subhan, Ali Munhanif, Sukron Kamil dan lainnya.

Tidak ketinggalan pakar politik UIN Syarief Hidayatullah pun ikut mendukung gerakan ini. Mereka adalah:
pendiri SMRC Syaiful Mujani, pendiri Konsepindo Veri M Arifuzzaman, pendiri Indikator Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik Fachry Ali, Ray Rangkuti, Adi Prayitno serta aktivis YLBHI Muhamad Isnur.

Dari jajaran elite media masa ada petinggi indopolitika dan RMOL Banten, mereka Budiyana Saifullah, Rizal Maulana Malik pun ikut mendukung gerakan ini.

Sama dengan yang lainnya, mereka kompak menilai, proses revisi yang berjalan saat ini tidak sesuai dengan ketentuan UU.

Hal ini jelas dapat menyebabkan proses dan hasilnya kelak berpotensi batal demi hukum.

Selain tidak taat prosedur yang ditentukan dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, revisi UU KPK juga bermotif pelemahan KPK. Mereka melihat ada upaya terstruktur, masif dan sistematis dalam melemahkan KPK.

Sebab rencana dan proses revisi UU KPK ini dilakukan secara bersamaan dengan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) 10 calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dinilai beberapa diantaranya ada figur yang rekam jejaknya dipertanyakan. Lantaran pernah terlibat pelanggaran etik berat saat bertugas di KPK dan tidak taat melaporkan LHKPN secara periodik.

Inilah sikap para alumni dan akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta:

Kami dengan ini menyatakan:

1. Menolak upaya merevisi UU KPK.

2. Meminta kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo untuk menolak Pembahasan RUU ini dan tidak mengirimkan surat ke DPR.

3. Meminta kepada Komisi III DPR untuk tidak memilih calon pimpinan KPK yang memiliki rekam jejak buruk dengan dugaan pelanggaran etik berat maupun yang tidak taat melaporkan LHKPN secara periodik.

Tertanda Alumni IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta :

1. Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., CBE.
2. Humaedi Hasan
3. Dr. Arief Subhan
4. Dr. Yayan Sopyan, SH, MA, MH
5. Muslim Hafidz
6. Veri M Arifuzzaman, S.Ag, M.Si
7. JM. Muslimin
8. Elis Nurhayati, S.Ag, M.Hum
9. Lukman Hakim, S.Ag. MA
7. Budiyana Saifullah
8. Juansah
9. Kurniawan Zulkarnain
10. A. Baidhowi
11. Tarjono
12. Rusydy Zakaria.
13. Prof. Sukron Kamil.
14. Deden Ridwan
15. Dr. Burhanuddin Muhtadi, MA
16. Agus Salim
17. Eko Arisandi
18. Euis Amalia
19. Muhammad Nida’ Fadlan
20. Murodi
21. Dr. Rumadi, MA
22. Dr. Asep Jahar, MA
23. Dr. Asmawi, MA
24. Fahmi Ahmadi, M.Si
25. Anwar Sholahuddin
26. Rahmi Fauzia
27. Abd. Chair
28. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA
29. Zaenal Mutaqin
30. Fuad Jabali.
31. Zezen Zaenal Mutaqin
32. Ali Munhanif
33. Suhaeti
34. Zaenal Aripin
35. Sabir Laluhu
36. Muhamad Isnur
37. Bambang Prihadi
38. Rahmat Hidayatullah
39. Ahsan Jamet Hamidi
40. Makyun Subuki
41. Suhandoyo Laison
42. Faliq Ayken
43. Andi Kristianto
44. Irfan Fahmi
45. Jay
46. Junaidi Simun
47. Rakhmad Zailani Kiki
48. Faudzul Azim, S.E.I., M.M.
49. Irsyad Maulana, S.E.I
50. Ray Rangkuti
51. Khalisah Khalid
52. Ali Nursyahid
53. Milastri Muzakkar
54. Iwan Buana FR
55. Dr. Dedi Kurnia Syah P.
56. Ahmad Muawam
57. Muchlas Noor Hidayat
58. Vania Utamie Subiakto S.Kom.I,.M.IKom
59. Falah Sabirin
60. Rasid, Sos.I., M.A., M.Ud.
61. Muhamad Awaluddin
62. Muzakkir Husain
63. Ade Syukron Hanas
64. Yudi
65. Achmad Fanani Rosyidi, S.Sos.
66. M. Torang H. Sir.
67. A. Ubaedillah
68. Muhtadi
69. Abdul Rohman
70. Fahdi Fahlevi
71. Tubagus Hasan
72. Mukhtar Fauzi
73. Dhany Permadi
74. Robi Ardianto
75. Ihdi Karim Makinara
76. Study Rizal LK
77. M. Tabah Rosyadi
78. Saiful Mujani
79. Herry Gunawan
80. Yayan Nuryanudin
81. Syarif Hidayatulloh
82. Abbas Al Jauhari
83. Anang A Yaqin
84. Jurjani
85. M. Hasbiyallah kucuy
86. Jaenal Mutaqin
87. Dr. Jufri Alkatiri
88. Adi Prayitno
89. Ida Rosyidah
90. Saidiman Ahmad
91. Ali Irfani
92. Andriansyah
93. Mahmudin
94. Kiswondari
95. Ariadi Rahman
96. Herry Gunawan
97. Abas Al-Jauhari
98. Dicky Andika
99. Suhaimi
100. A. Taufiq Hidayat
101. Saleh Abdullah
102. M. Amin Nurdin
103. Dr. A. Bakir Ihsan
104. Mohamad Avicenna
105. Sururin
106. Amelia Fauzia
107. Wisnu Prayudha
108. La Ode Chusnul Huluk
109. Siti Nurrahmah
110. Rizal Maulana Malik
111.  Zaki

Sampai berita ini diturunkan dukungan petisi ini terus bertambah. [dzk]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds