Sultan Muhammad Al Fatih

Opini  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 09:33:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Sultan Muhammad Al Fatih

Sultan Muhammad Al Fatih/Repro

SASTRAWAN Irlandia, Bram Stoker menciptakan tokoh vampir fiktif bernama Drakula. Konon Bram Stoker menciptakan Drakula akibat terinspirasi oleh seorang pangeran Transilvania bernama Vlad III.

Sang Pangeran Transilvania, yang kini termasuk wilayah Rumania, tersohor atas kekejamannya terhadap musuh yang dikalahkannya. Dalam sejarah Eropa Timur, Vlad III tercatat sebagai lawan tergigih Mehmed II.

Penakluk Konstantinopel


Setiap kali saya berkunjung ke Istanbul, senantiasa teringat kepada Mehmed II sebagai penguasa Utsmani penakluk Konstantinopel mengakhiri kekaisaran Bizantium pada tahun 1453.

Mehmed II adalah nama alias Sultan Muhammad Al Fatih sebagai putra Sultan Murad menyandang gelar Kaisar Roma (Qayser-i Rûm), berdasarkan klaim gereja Ortodoks Timur bahwa Konstantinopel adalah ibukota kekaisaran Romawi.

Setelah Konstaninopel, Mehmed II melanjutkan penaklukannya ke Anatolia di Eropa Tenggara hingga ke Barat sampai ke Bosnia. Di Transilvania yang kini masuk wilayah Rumania, Mehmed II sempat gigih diadang oleh Vlad III.

Dalam lembaran sejarah Islam, Sultan Muhammad Al Fatih tercatat sebagai pemimpin agung setara Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai penakluk Jerusalem dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz penakluk tentara Mongol pada pertempuran Ain Al-Jalut.  

Istanbul

Di Konstaninopel yang kemudian beralih-nama menjadi Istanbul, Mehmed II melakukan reformasi politik dan sosial serta mendorong kemajuan seni dan ilmu pengetahuan. Pada akhir masa pemerintahannya Mehmed II membangun Istanbul untuk menjadi ibukota kesultanan Ottoman.

Sultan Muhammad Al Fatih memperkenalkan istilah politik ke dalam bahasa Arab "Siyasah" pada sebuah buku yang ia tulis. Dia mengumpulkan seniman Italia, humanis, dan cendekiawan Yunani di istananya. Mengizinkan Gereja Bizantium untuk terus berfungsi, maka menginstruksikan Gennadius untuk menerjemahkan doktrin Kristen ke dalam bahasa Turki.

Lalu memanggil Gentile Bellini dari Venesia untuk melukis potret Mehmed II  serta lukisan dinding Venesia yang sayang telah hilang.

Mehmed II mendirikan sebuah perpustakaan yang mencakup karya-karya tulis dalam bahasa Yunani, Persia, dan Latin. Sultan Muhammad Al Fatih mengundang ilmuwan dan astronom Muslim seperti Ali Qushji memulai pendirian sebuah Universitas, membangun masjid (misalnya Masjid Fatih ), sistem pengairan serta Istana Topkapi.

Di sekitar masjid agung Istanbul ia mendirikan delapan madrasah, yang selama hampir seabad, mempertahankan peringkat sebagai lembaga pengajaran tertinggi ilmu-ilmu Islam di seluruh dunia.

Kebebasan Beragama

Mehmed II memberikan kebebasan beragama kepada rakyatnya. Setelah penaklukannya di Bosnia pada 1463, ia mengeluarkan nama samaran Milodraž kepada para Fransiskan Bosnia, memberi mereka kebebasan beragama di dalam kekuasaan kesultanan Ottoman, menawarkan ibadah di gereja-gereja dan biara-biara tanpa ancaman penistaan apalagi penganiayaan.

Warga kurang mampu ekonomi tetapi kuat ragawi direkrut menjadi tentara, bahkan pengawal pribadi Sultan Muhammad Al Fatif. Mehmed II mendirikan millet atau komunitas keagamaan otonom, dan menunjuk Gennadius Scholarius sebagai pemimpin agama bagi umat Nasrani Ortodoks di Istanbul.

Pengaruh otoritas Mehmed II meluas ke semua Nasrani Ortodoks serta para pemukim Muslim dan Yahudi di Eropa Timur sampai Italia, kecuali Genoa dan Venezia.

Kebijakan Mehmed II  merupakan pengawasan terhadap kaum Nasrani sambil memungkinkan mereka merasa relatif otonom.

Sultan Muhammad Al Fatih mewujudkan ramalan hadits Ahmad Bin Hanval al Musnad menjadi kenyataan Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan.” [***]

Penulis adalah pembelajar sejarah dunia.

Komentar Pembaca
Alam Bawah Sadar Kolektif

Alam Bawah Sadar Kolektif

SABTU, 21 SEPTEMBER 2019

Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon

Terima Kasih, Yang Mulia Pak Dillon

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019

Opini Dari Melbourne

Opini Dari Melbourne

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019

Amanat Penderitaan Rakyat

Amanat Penderitaan Rakyat

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019

Selamat Jalan Pak Habibie

Selamat Jalan Pak Habibie

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019

Pesona Perempuan Menari

Pesona Perempuan Menari

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds