PILKADA 2020

Rebut Pandeglang 1, Trah Jayabaya Tarung Lawan Trah Dimyati

Politik  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 11:28:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Rebut Pandeglang 1, Trah Jayabaya Tarung Lawan Trah Dimyati

Ahmad Dimyati dan Mulyadi Jayabaya/Repro

RMOLBanten. Pilkada Kabupaten Pandeglang tahun depan akan menarik dan seru. Seru karena turunnya calon dari trah Jayabaya melawan petahana Irna Narulita yang notabene adalah istri Ahmad Dimyati Natakusumah.

Kepastian trah Jayabaya maju di Pandeglang setelah perwakilan keluarga besar Jayabaya, Agus Wisas mengambil formulir pendaftaran bakal calon (Bacalon) Bupati Pandeglang dari PDIP di kantor Sektretariat PDIP Pandeglang, (Selasa, 16/9) kemarin.

Diketahui baik Mulyadi Jayabaya maupun Dimyati Natakusumah merupakan eks bupati dua periode. Mulyadi Jayabaya dua periode menjabat di Kabupaten Lebak. Sedangkan Dimyati Natakusumah dua periode di Kabupaten Pandeglang.

Mulyadi Jabaya mewariskan tongkat kepemimpinan di Lebak ke anaknya Iti Octavia Jayabaya. Sementara Dimyati dilanjutkan oleh istrinya Irna Narulita.

Tidak hanya itu, komposisi lintas politik pun disebar dua trah ini. Mulyadi Jayabaya sendiri meupakan kader PDIP sementara anaknya (Bupati Lebak) adalah Ketua Demokrat Banten.

Untuk Dimyati sendiri lebih berwarna, lama di PPP, Dimyati pindah partai ke PKS karena imbas kisruh PPP. Dimyati sendiri terakhir menjabat Sekjen PPP versi mukatamar Jakarta. Tahun ini, Dimyati merupakan anggota PKS, seiring dengan terpilinya diri menjadi anggota DPR RI.

Sementara istrinya (Bupati Pandeglang) merupakan kader Partai Demokrat. Sedangkan anak-anaknya ada di Nasdem dan Demokrat.

Dua trah ini kemudian menjelma menjadi trah yang disegani dan diperhitungkan selain trah Rawu yang sudah duluan eksis.
 
Di pemilihan legislatif lalu, trah Dimyati ini lebih moncer dibanding dengan trah Dimyati. Sebagai gambarannya, Dimyati dan anaknya lolos ke DPR RI, sementara trah Jayabaya hanya satu yang lolos, lainnya gagal kalah dari anaknya Dimyati.

Pun di Mahkamah Konstitusi (MK), Rizky Aulia Natakusuma putra dari Ahmad Dimyati Natakusuma dan Vivi Sumantri yang tidak lain merupakan keponakan dari Mulyadi Jayabaya pernah bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pemilihan legislatif.

Lagi-lagi keluarga Dimyati memenangkan pertarungan itu.

Turunnya trah Dimyati disebut-sebut untuk menebus kekalahan keluarga mereka di Pileg lalu. Trah Jayabaya ingin mengembalikan dan menambah kejayaannya trahnya dengan menguasai Kabupaten Pandeglang

Menanggapi itu, Agus Wisas perwakilan keluarga besar Mulyadi Jayabaya membantah jika keikutsertaannya di Kabupaten Pandeglang merupakan buntut kekalhan sengketa perselisihan hasil pemilihan legislatif yang digelar April 2019 lalu.

"Nggak ada kaitannya, perlu saya sampaikan Demokrat itu kan Vivi ya,  karena Vivi tidak masuk bursa jadi bukan itu,  ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap Pandeglang karena keluarga besar Mulyadi Jayabaya itu orang Pandeglang," ungkap Agus saat ditemui usai mengambil formulir di Sekretariat PDI-P Pandeglang, Selasa (16/9).

Agus Wisas menjelaskan, dorongan tokoh masyarakat dan keprihatinan terkait kondisi Pandeglang yang dianggapnya masih jauh tertinggal menjadikan alasannya untuk ikut serta dalam kontetasi pemilihan bupati pandeglang itu.

"Kenapa kami ikut serta karena pembangunan di kabupaten pandeglang ini sangat buruk sekali, baik infrastruktur, ketersedian ambulance, kesejahteraan guru seperti halnya kasus nining yang tinggal di WC dan kejadian serta penomena-penomena lainya yang seharusnya tidak harus terjadi, sementara disisi lain pembangunanny buruk, tapi bupatinya beli mobil mewah," sindnirnya.

Agus wisas menambahakan, saat ini keluarga besarnya tengah menyiapkan nama yang pantas untuk bersaing merebut hati rakyat pandeglang agar bisa duduk menjadi Bupati Pandeglang.

Ia menyebutkan, setidaknya ada tiga nama putra dan putri Mulyadi Jayabaya yang saat ini digodog untuk bersaing dengan calon petahana Irna Narulita.

"Insya Allah 18 September 2019 pada saat penyerahan formulir itukan sudah harus menyetorkan nama, setidaknya ada 3 nama anggota keluarga yang digodok diantaranya Hasbi, Nabil dan Diana dan mudah-mudahan dalam tiga hari kedepan nama calon akan muncul dan akan menyerahkan langsung formulir ini," katanya.[ars]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds