Gatot Cukup Menggoda, Tapi PAN Jangan Seperti Hanura

Politik  RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:39:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Gatot Cukup Menggoda, Tapi PAN Jangan Seperti Hanura

Zulkifli Hasan dan Gatot Nurmatyo/Net

RMOLBanten. Sebagai partai yang telah berdiri belasan tahun, proses pergantian pucuk pimpinan partai politik seharusnya bukan lagi menjadi persoalan bagi Partai Amanat Nasional (PAN).

Saat ini PAN dikomadoi Zulkifli Hasan dan bakal menggelar Kongres tahun 2020 mendatang.

PAN memang memiliki mekanisme yang sudah menjadi pola atau pattern dalam memilih sosok calon ketua umum. Namun tak bisa dinafikkan muncul beberapa nama di luar PAN yang dinilai bakal mengatrol suara partai jika dipinang sebagai ketua umum.

Mulai dari Sandiaga Uno yang belakangan kembali tenggelam, Anies Baswedan samoai sosok Gatot Nurmantyo.

"Pak Gatot Nurmantyo outsider, apakah punya kualifikasi untuk maju, apakah tidak ada kader PAN yang lebih layak? PAN harus hati-hati," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/9).

PAN kata Gun Gun, sebagai parpol kawakan harus menimbang baik buruknya dalam menentukan sosok ketua umum.

Sebab, alih-alih mengatrol suara partai, pemilihan ketua umum justru bisa saja menghancurkan parpol yang saat ini dipimpin Zulkifli Hasan itu.

Pengalaman yang dirasakan oleh partai pecahan Golkar, Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi contohnya.

Sempat berada di papan tengah, Hanura terdepak lantaran konflik ketua umum.

"PAN jangan sampai jumping. Dulu Hanura mengalami problem internal yang mempengaruhi pasar elektoral karena tidak hati-hati dalam pemilihan ketua umum," tegasnya.

"Apakah PAN akan jumping jika menjadikan Gatot ketua umum? Yang tahu PAN sendiri," tambahnya.
Gun Gun tak membantah sosok di luar parpol memang lebih menggiurkan lantaran PAN tengah mengalami krisis figur.

Namun ia kembali menegaskan untuk hati-hati.

"PAN sebenarnya punya figur bagus, tapi masih kurang dari sisi elektabilitas. Itu berbeda dengan Gatot yang sudah punya label populer di khalayak. Internal harus mengukur positif negatifnya mengambil calon eksternal," tutupnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds