Siap-Siap Gruduk KPK, PMII Banten Kompak Narasi Taliban

Hukum  JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 01:36:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Siap-Siap Gruduk KPK, PMII Banten Kompak Narasi Taliban

Diskusi PMII Banten/RAG

RMOLBanten. Langkah  Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PB PMII) mengibau PMII untuk  menggelar aksi langsung direspon pengurus PMII Banten.

PMII tidak terima dengan penetapan tersangka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Langkah pembelaan organisasi kemahasiswaan yang terafiliasi ke Nahdatlul Ulama (NU) ini kompak menyatakan kalau KPK telah disusupi Taliban.

Dalam diskusi publik Penguatan RUU KPK di Kota Serang, Kamis (19/9) malam. PMII Banten bicara soal penetapan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018.

Setelah sebelumnya, Ketua PB PMII Muhammad Syarif Hidayatullah, menuding KPK terlalu politis lantaran ada kelompok Taliban di dalamnya.

Senada, Ketua PKC PMII Banten Ahmad Solahudin menuturkan bahwa penetapan yang dilakukan terhadap sahabat Imam Nahrawi sangat politis dan tidak objektif.

"Penetapan ini kita menganggap ada kelompok Taliban didalamnya, hanya ingin membunuh karakter seorang menteri pemuda dan olahraga sekarang," katanya.

Internal KPK sendiri, kata dia, saat ini lanjutnya masih memunculkan kontroversi dan tidak dalam kondisi  kondusif. Dirinya mencontohkan saat ini di tubuh KPK ada beberapa pimpinan KPK yang mengundurkan diri lalu telah terpilih pimpinan KPK yang baru.

"Kemudian di tengah kondisi KPK yang kurang kondusif ini KPK diserahkan kepada Presiden. Ketika sudah diserahkan otomatis kan KPK belum punya wewenang untuk melakukan proses penyidikan dan  proses penanganan kasus korupsi," bebernya.  

Lalu, lanjut Ahmad, kemudian kenapa secara tiba-tiba Imam Nahrawi ini ditetapkan sebagai tersangka di tengah gonjang-ganjing KPK yang memang masih belum kondusif ditambah pimpinan KPK ada yang mengundurkan diri

"Dan penetapan satu kasus itu kan harus kolektif kolegial, sementara anggota KPK itu sendiri ada yang mengundurkan diri ini kan secara kajian hukumnya tidak mempunyai kekuatan hukum," ujarnya.

Pihaknya, melihat penetapan Imam Nahrawi ini, karena adanya kelompok-kelompok Taliban dan pihaknya menduga adalah rekayasa politik yang terasosiasi oleh kepentingan kepentingan kelompok tertentu yang ingin membunuh karakter Nahdliyyin.

"Kelompo Nahdliyin ini kan yang direpesentasikan melalui sosok Imam Nahrawi. Untuk itu, hari ini, PMII akan berangkat ke Jakarta dengan estimasi massa sebanyak 500 peserta dari Banten," ujarnya.

Dalam aksi nanti di Jakarta pihaknya akan bergabung dengan kader PMII se - Jabodetabek dengan estimasi massa sebanyak 2000 meminta KPK membersihkan kelompok-kelompok Taliban yang ada di internal KPK.

"KPK harus betul-betul menjalankan amanah undang- undang dalam melakukan tindak pidana korupsi harus objektif," pungkas. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds