Penyakit Jantung Ancaman Kematian Di Dunia

Kesehatan  JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Penyakit Jantung Ancaman Kematian Di Dunia

ASEAN Federation Cardiology Congress/LAN

RMOLBanten. Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian di seluruh dunia.

Melihat itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang merupakan wadah dokter spesialis jantung turut berperan dalam gerakan mengatasi penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Melalui event ASEAN Federation Cardiology Congress (AFCC) ke 24 yang diselenggarakan di ICE BSD, PERKI ingin mengingatkan betapa pentingnya pengetahuan tentang informasi kardiologi yang terus berkembang.

Ketua Panitia Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA), Antonia Anna Lukito mengatakan dengan kegiatan ini, dirinya ingin menunjukan bagaiaman wadah dokter spesialis jantung sangat ingin memajukan standar pelayanan serta edukasi penyakit jantung di Indonesia.

Terlebih yang hadir dalam acara tersebut, dihadiri 10 Negara di ASEAN dan juga perwakilan dari Amerika, Jepang dan Eropa dengan peserta 3.696.

"Ini menunjukkan betapa organisasi kita dalam memajukan standar-standar pelayanan jantung dan edukasi jantung di Indonesia. Berbagai delegasi dari 10 negara ASEAN yang bergabung di ASEAN dan juga dari Amerika dari Eropa dari Jepang dari Australia komentarnya sangat luar biasa dan mengapresiasi," terang Anna, Jumat (20/9).

Lanjutnya, yang peserta yang mengikuti kegiatan ini bukan hanya dokter spesialis jantung saja tetapi ada juga dokter umum dan juga dokter spesialis anak, spesialis kandungan spesialis bedah.

"Semua bergabung jadi satu, kemudian juga paramedis. Kita juga sepakat mendidik dan memberi mengembangkan paramedis agar menjadi pelayan yang terbaik. Karena kita sangat membutuhkan, tidak hanya itu tetapi juga kerjasama dengan mitra," ungkapnya.

Masih kata Anna, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan teknologi terkini untuk pelayanan komprehensif dari segi penyakit jantung yang berstandar Internasional.

"Karena masyarakat Indonesia sudah mulai bercampur dengan budaya barat ini yang sebagian, kita tahu minuman-minuman soft drink itu juga tidak sehat dan mengandung gula yang sangat tinggi jadi kita sangat beragam," ucap Anna.

Menurut Anna, dengan berolahraga 1 jam sehari. Jadi, artinya dalam satu minggu itu manusia harus meluangkan waktu untuk berolahraga selama 7 jam.

"Pencegahan yang paling sederhana adalah dijalankannya aktivitas fisik. Kita dianjurkan untuk harus olahraga," tuturnya.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki)  dr. Radityo Prakoso, SpJP (K), FIHA mengatakan, Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan bawaan yang paling sering ditemukan. Angka kejadian PJB di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,2 juta kasus dari 135 juta kelahiran hidup setiap tahunnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 kasus dikategorikan PJB berat yang membutuhkan operasi kompleks agar dapat bertahan hidup. Sementara di Indonesia, angka kejadian PJB diperkirakan mencapai 43.200 kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup (9:1000 kelahiran hidup) setiap tahunnya.

Penyakit jantung bawaan (congenital heart disease,CHD) merupakan kelainan baik pada struktur maupun fungsi jantung yang didapat sejak masih berada dalam kandungan. Kelainan ini dapat terjadi pada dinding jantung, katup jantung, maupun pembuluh darah yang ada di dekat jantung. Akibatnya, dapat terjadi gangguan aliran darah di dalam tubuh pasien; misalnya terjadi sumbatan aliran darah, atau darah mengalir ke jalur yang tidak semestinya," jelasnya.

Menurutnya, seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, khususnya dalam bidang intervensi kardiologi anak (interventional pediatric cardiology), sebagian anak penderita PJB tidak perlu lagi mengalami operasi atau pembedahan terbuka.

Sejak beberapa dekade terakhir, metode pilihan utama untuk menangani kasus PJB tertentu adalah prosedur intervensi menggunakan kateter (transcatheter closure). Intervensi menggunakan kateter memiliki beberapa keuntungan di antaranya risiko/ komplikasi operasi yang relatif lebih rendah, masa rawat di rumah sakit dan waktu pemulihan yang lebih singkat, serta biaya yang lebih murah.

"Selain itu, waktu pengerjaan tindakan juga lebih singkat. Data prosedur intervensi dari 13 rumah sakit di Indonesia menunjukkan terdapat sekitar 4.912 prosedur intervensi yang dilakukan di Indonesia antara tahun 2013-2016. Dari total tersebut, sekitar 29% (1.405 prosedur) dilakukan di RSPNJHK,4," tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds