RAPBD 2020

Sama Tahun Lalu, Bankeu Kabupaten/Kota Rp 365 M

Pemprov Banten  SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 00:52:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Sama Tahun Lalu, Bankeu Kabupaten/Kota Rp 365 M

Ilustrasi/Net

RMOLBanten. Pemprov Banten mengalokasikan dana bantuan keuangan (bankeu) kabupaten/kota pada rancangan APBD 2020, masih sama dengan tahun 2019, yakni total Rp 365 miliar.
 
Diketahui, pada tahun anggaran 2019 pemprov mengalokasikan Rp 365 miliar untuk bankeu kabupaten/kota. Rinciannya, Kabupaten Lebak Rp 55 miliar, Kabupaten Pandeglang Rp 50 miliar dan Kabupaten Serang Rp 60 miliar. Sementara untuk kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon dibagi rata senilai Rp 40 miliar.

Calon pimpinan definitif DPRD Banten dari Fraksi PKS Budi Prajogo, Senin (22/9) mengatakan, hingga saat ini DPRD belum melakukan pembahasan rancangan APBD 2020.

Meski demikian, rancangan APBD 2020 telah disampaikan oleh eksekutif diakhir masa jabatan DPRD Banten periode 2014-2019. Dari dokumen tersebut, usulan nilai bankeu kabupaten/kota masih sama dengan tahun anggaran 2019.

"APBD 2020 belum dibahas karena alat kelengkapan kan belum terbentuk. Pada prinsipnya yang diusulkan oleh pemprov sama seperti tahun sebelumnya. Ya kurang lebihnya begitu,” katanya.

Dikatakan Budi, selain nilainya sama, besaran bankeu dari tahun ke tahun cenderung turun. Menurutnya, hal itu terjadi berdasarkan sejumlah pertimbangan dan juga dinamika yang berjalan saat pembahasan.

"Itu di dinamika rapatnya begitu ya, tapi nanti kita lihat hasil rapatnya seperti apa. itu terkait dinamika di rapat,” ujarnya.

Walau nilai bankeu tak mengalami perubahan atau cenderung turun, suplai lainnya dari provinsi kepada kabupaten/kota justru terus mengalami peningkatan. Ia mencontohkan bagi hasil pajak yang dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan.

Sepanjang beberapa tahun terakhir ini kita selalu naik, begitu pun dengan bagi hasil ke kabupaten/kotanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, selain bantuan berbentuk uang, provinsi juga memberikan bantuan lainnya berupa program-program. Meski dijalankan oleh pemprov namun manfaatnya bisa dirasakan oleh warga di kabupaten/kota.

"Tidak semua kita berikan dalam bentuk uang tapi juga dalam bentuk program. Dana desa juga ada, bangun jalan ke arah negeri di atas awan, globalnya dijalankan oleh provinsi tapi tempatnya di Lebak. Pembangunan di masjid Banten Lama itu pekerjaan oleh provinsi tempatnya di kota,” tuturnya.

Disinggung apakah empat kabupaten/kota di Banten yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020 dipertimbangkan untuk diberikan bankeu dengan nilai lebih tinggi, karena APBD-nya akan terserap ke sana, Budi tak menampiknya.

"Pembahasan APBD 2020 belum mulai, pasti dinamika itu (pilkada-red) akan kita tangkap, dimasukan dalam subtansi pembahasannya,” ujarnya.

Ketua sementara DPRD Banten Andra Soni mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menyelesaikan penetapan pimpinan definitif. Usulan calom pimpinan sendiri telah dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk disahkan.

"Karena yang bisa membentuk AKD itu pimpinan definitif. AKD itu kan ada Baperda (Badan Pembuat Peraturan Daerah), Badan Anggaran, Badan Kehormatan, Badan Musyawarah dan komisi-komisi. Kita harus running karena harus membahas APBD 2020 yang menyangkut banyak hal,” pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds