Di SMPN 4 Tangsel, Belum Lunas Bayar Donasi Ijazah Ditahan

Pendidikan  JUM'AT, 04 OKTOBER 2019 , 13:52:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Di SMPN 4 Tangsel, Belum Lunas Bayar Donasi Ijazah Ditahan

SMPN 4 Tangsel/LAN

RMOLBanten. Pendidikan Kota Tangsel kembali diterpa kasus pungutan liar (Pungli). Setelah sebelumnya kasus Rumini di SDN Pondok Pucung 02 tak kunjung usai, kini muncul kasus dugaan pungutan liar di SMP Negeri 4 Tangsel.

Beredar kabar bahwa, wali murid harus membayar uang donasi untuk mengambil ijazah. Jika tidak membayar maka ijazah tidak bisa diambil.

Salah satu wali murid SMPN 4 Tangsel yang tidak ingin disebutkan namanya, menjelaskan bahwa dirinya sejak pertama kali mendaftarkan sang anak sudah harus menbayar Rp 5 juta.

"Iya saya bayar Rp 5 juta terus kan ada sesi wawancara dari pihak sekolah. Nah disitu pihak sekolah memberikan selembaran sebagai dana kesejahteraan sekolah semampunya selama tiga tahun. Jadi diselembaran itu nominalnya dikosongkan, kita yang nulis dan saya nulis Rp 300 ribu terus ada uang komputer Rp 50 ribu," ujarnya, Jumat (4/10).

Namun, orang tua tersebut terkecoh karena, masih banyak pungutan yang lain seperti uang perpustakaan Rp 50 ribu, uang kas yang diminta tiap minggunya.

"Saya pikir udah Rp 350 ribu udah sama uang komputer itu selama tiga tahun, ternyata tiap bulannya harus bayar segitu," katanya.

Bahkan, beredar chat antara wali murid dengan pihak guru yang menyebutkan bahwa, jika belum melunasi uang kesejahteraan ijazah akan ditahan.

"Iya saya sampe dikirimkan wasap wali murid lain. Katanya kalau belum melunasi administrasi belum bisa ambil ijazah," tuturnya.

Kantor Berita RMOL Banten, coba mendatangi pihak sekolah untuk mengkonfirmasi kebenaran tersebut. Dan, ditemui oleh Humas SMPN 4 Tangsel, Aris Munandar. Aris dengan tegas membantah praktik pungli dan penahanan ijazah.

"Ijazah ditahan itu enggak ada," imbuh Aris.

Mengenai soal uang kesejahteraan yang dianggapnya sebagai uang donasi untuk sekolah. Dan sebagai penambah Dana BOSDA.

"Jadi itu sebagai donasi aja. Kalau wali murid enggak bisa bayar ya enggak apa-apa. Ijazah tetap diberikan. Tapi, wali murid harus komunikasi sama sekolah," tegasnya.

Saat ditanya adanya percakapan wali kelas dan wali murid yang menahan ijazah. Aris justru mengatakan, bahwa wali kelas tersebut tidak paham.

"Wali kelasnya itu yang enggak paham," singkatnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds