Jurus Jitu Hensat Agar Moeldoko Dipakai Jokowi Lagi

Politik  SABTU, 05 OKTOBER 2019 , 14:15:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Jurus Jitu Hensat Agar Moeldoko Dipakai Jokowi Lagi

Kepala Staf Kepreidenan Moeldoko/Net

RMOLBanten. Beragam manuver dilakukan para menteri agar bisa dipertahankan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Maruf Amin.

Beragam pernyataan pun yang seolah membela Jokowi pun diumbar ke publik untuk cari perhatian.

Namun, acapkali, pernyataan yang disampaikan justru blunder.

Terbaru, pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menyoroti pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyinggung aktivitas buzzer atau pendengung pendukung Jokowi di Pilpres 2019 lalu.

Moeldoko itu menilai kehadiran para buzzer Jokowi usai pilpres justru merugikan.

Padahal kata Mantan Panglima TNI itu, awalnya, buzzer memperjuangkan dan menjaga marwah pemimpinnya.
Atas alasan itu, Moeldoko menilai buzzer politik harus segera dibubarkan.

"Karena kalau buzzer-buzzer ini selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar, tidak enak di hati. Nah itu lah destruktif dan itu sudah enggak perlu lah. Untuk apa itu?" tuturnya di Jakarta, Jumat (4/9).

Hal menggelitik ditangkap Hensat -sapaan akrab- dari pernyataan Moeldoko. Salah satunya tentang keberadaan buzzer yang ternyata pernah menguntungkan bagi Jokowi.

:Oh pernah menguntungkan berarti ya Pak?” sindirnya dalam akun Twitter pribadi.

Pernyataan Moeldoko kata Hensat, yang bertujuan untuk mencari perhatian itu justru akan merugikan Jokowi.
Hensat, menilai, Moeldoko akan semakin merugikan Jokowi jika terus-terusan berbicara. Konsekuensinya, jika Jokowi rugi, maka Moeldoko tidak akan dipilih lagi untuk mendampingi di periode kedua.

Atas alasan itu, pendiri lembaga survei Kedaikopi tersebut mengajari Moeldoko rumus jitu agar tetap dipertahankan Jokowi di periode kedua.

"Kalau bapak keseringan ngomong, maka makin merugikan Jokowi, pak. Bener deh, ini masukan aja pak. Rumusnya gini pak, makin dikit bicara, makin deket ke kursi menteri, gitu pak,” pungkas Hensat. [dzk] 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds