Pengunjuk Rasa Hongkong Diperingatkan Tentara China Jauhi Barak

Internasional  SENIN, 07 OKTOBER 2019 , 14:13:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengunjuk Rasa Hongkong Diperingatkan Tentara China Jauhi Barak

Bentrokan di Hongkong/Net

RMOLBanten. Peringatan dikeluarkan tentara China kepada para demonstran Hongkong yang menyorotkan laser ke barak mereka di Hongkong pada hari Minggu (6/10).

Gesekan ini merupakan interaksi langsung pertama pasukan militer China dengan pengunjuk rasa Hongkong dalam empat bulan terakhir gelombang protes anti-pemerintah.

Garnisun Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di distrik Kowloon, Hongkong memperingatkan kerumunan massa bahwa mereka dapat ditangkap karena menyasar pasukan dan dinding barak dengan lampu laser.

"Bawalah konsekuensi atas tindakan Anda," kata seorang petugas berteriak melalui pengeras suara dalam bahasa Kanton, bahasa utama Hongkong.

Dimuat Reuters, personel militer China yang berdiri di atap Osborn Barracks PLA di distrik Kowloon Tong mengacungkan tanda dalam bahasa Inggris dan China yang berbunyi:

"Peringatan! Anda melanggar hukum. Anda mungkin dituntut".

Pasukan dengan seragam juga menyorot kerumunan dan menggunakan teropong dan kamera untuk memantau pengunjuk rasa.

Perselisihan demonstran dengan PLA terjadi setelah demonstrasi yang dihadiri oleh puluhan ribu orang berakhir dengan bentrok.

Polisi Hongkong menembakkan gas air mata dan menuduh massa melemparkan batu bata dan bom bensin ke polisi saat malam tiba. Para demonstran sendiri menyembunyikan wajah mereka sebagai bentuk penentangan akan undang-undang darurat era kolonial yang diajukan oleh pihak berwenang pada pekan lalu.

Undang-undang darurat itu digunakan untuk melarang demonstran mengenakan masker penutup wajah jika tidak ingin menghadapi ancaman satu tahun penjara.

Polisi Hongkong melakukan penangkapan pertama di bawah aturan baru tersebut dengan menahan sejumlah demonstran.

"Undang-undang anti-topeng hanya memicu kemarahan kita dan lebih banyak orang akan datang ke jalan," kata Lee, seorang mahasiswa yang mengenakan topeng biru, saat ikut aksi.

"Kami tidak takut dengan undang-undang baru, kami akan terus berjuang. Kami akan berjuang untuk kebenaran. Saya memakai topeng untuk memberi tahu pemerintah bahwa saya tidak takut akan tirani," sambungnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Vietnam Saat Ini Jauh Ungguli Indonesia
Gencatan Senjata Di Suriah,  AS-Turki Satu Suara
Ekor Kepala

Ekor Kepala

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019

Tabloid Meghan

Tabloid Meghan

KAMIS, 17 OKTOBER 2019

Kim Jong UN Tunggangi Kuda Putih, Isyarat Lawan AS
Erdogan: Turki Tidak Akan Nyatakan Gencatan Senjata Di Timur Laut Suriah
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds