DPRD Kota Tangerang Ngotot Minta Pemkab Tangerang Serahkan Aset

Parlemen  SENIN, 07 OKTOBER 2019 , 19:35:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

DPRD Kota Tangerang Ngotot Minta Pemkab Tangerang Serahkan Aset

PDAM TKR Kabupaten Tangerang/NET

RMOLBanten. Kabupaten Tangerang diminta untuk melepaskan aset-asetnya yang ada di wilayah Kota Tangerang. Pasalnya, banyak aset yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) masih dikuasai.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengungkapkan, aset-aset skala besar yang ada Kota Tangerang hingga saat ini belum juga diserahterimakan Pemkab Tangerang.
 
"Persoalan aset kabupaten dan kota (Tangerang) yang belum selesai. Padahal Kota Tangerang ini sudah memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang, tetapi aset-aset yang ada diwilayah kita masih dikelola oleh Kabupaten Tangerang," katanya ditemui usai pembukaan acara pembukaan Diklat Orientasi DPRD hasil Pileg tahun 2009 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Senin, (7/10).

Mestinya, kata dia, secara otomatis, sejak Kota Tangerang menjadi wilayah tersendiri, tidak bergabung dengan Kabupaten Tangerang lagi, pemerintah setempat secara legowo menyerahkan seluruh asetnya. Tidak malah memanfaatkannya.
 
"Kota Tangerang sudah pisah dari Kabupaten Tangerang menjadi daerah pemekaran selama puluhan tahun, tapi sampai sekarang aset-aset tersebut belum kunjung tuntas," ungkapnya.

Aset yang memiliki nilai tambah ekonomi dan menjadi PAD, diantaranya adalah lahan didepan Mapolrestro Tangerang, rumah sakit dan perusahaan daerah air minum (PDAM).

"Iya yang besar-besar, tapi yang kecil-kecil nanti katanya ada 56 aset tahun ini akan diserahkan ke Kota Tangerang. Kita lihat saja nanti prosesnya seperti apa," ungkapnya.

Namun sayangnya, Gatot yang merupakan politisi dari PDIP ini enggan merinci berapa kerugian aset ekonomis tersebut yang masih dikuasai Pemkab Tangerang.

"Untuk besarannya berapa, saya kurang tahu persis, karena saya disini (sebagai anggota dewan) baru sebulan. Tapi nilainya cukup besar," ujarnya.

Disinggung mengenai kesulitan dan kendala yang dihadapi antara Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang dalam penyerahan aset, Gatot mengungkapkan karena kurang adanya saling pengertian.

"Kalau menurut saya, yah sudah Kabupaten Tangerang serahkan saja ke Kota Tangerang. Toh semangat dari pemekaran wilayah adalah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Oleh karena itu, Gatot berharap Pemprov Banten dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam persoalan penyelesaian aset.

"Provinsi ini kan bisa memkoordinasikan, membantu menyelesaikan. Makanya tadi pas ada pak gubernur (Wahidin Halim) Tadinya pada acara pembukaan ingin ngomong dan menyampaikan keluhan ini, tapi tidak dikasih kesempatan," tandasnya. [ars]


Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds