Larang UAS Ceramah, Dahnil: Rektorat UGM Bak Rezim Politik

Politik  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 00:44:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Larang UAS Ceramah, Dahnil: Rektorat UGM Bak Rezim Politik

Dahnil Anzar Simanjuntak/Net

RMOLBanten. Larangan kuliah umum yang akan diberikan Ustaz Abdul Somad (UAS) di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat kampus kehilangan identitasnya sebagai university.

UGM telah berubah seperti rezim politik yang anti-perbedaan.

Demikan ditegaskan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/10).

"Saya sesalkan bila civitas akademika, para fakulti berdiam diri terhadap laku pimpinan UGM yang anti-diversity, berlaku bak rezim politik terkait pelarangan terhadap Ustaz Abdul Somad," kata Dahnil.

"Saya berasumsi seluruh civitas akademika dan fakulti di UGM kehilangan otoritas moral sebagai intelektual," sambungnya.

University kata Dahnil merupakan rumah di mana persemaian perbagai pemikiran lahir, dan beradu satu dengan lainnya.

"Bila tak bersepakat dengan satu pemikiran, maka adu dengan pemikiran lain. Bukan, justru bertindak represif melarang intelektual seperti Ustaz Abdul Somad menyampaikan gagasannya di UGM," sesalnya.

Sebagai akademisi, Dahnil merasa malu melihat perlaku anti-pemikiran yang ditunjukkan pimpinan UGM. Terlebih melihat para cendikiawan diam terhadap perilaku tersebut.

"Terus terang sebagai salah satu orang yang hidup di kampus, tumbuh berkembang sebagai dosen dan peneliti, saya malu melihat laku anti-pemikiran yang ditunjukkan oleh pimpinan UGM," pungkasnya.

Diketahui, acara kuliah umum yang sedianya bakal diisi oleh Ustaz Abdul Somad dibatalkan. Yang membatalkan adalah pihak rektorat Universitas Gajah Mada (UGM).

Rencananya, Abdul Somad bakal mengisi kuliah umum tersebut pada 12 Oktober 2019 nanti.

Hal terungkap dari keterangan yang disampaikan Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani.

Iva Ariani, menjelaskan, pembatalan ceramah yang diisi Ustaz Somad karena ada permintaan dari rektorat atau pimpinan UGM, pimpinan universitas meminta takmir masjid untuk membatalkan acara tersebut.

"Berkaitan dengan acara yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2019, maka pimpinan universitas meminta agar acara tersebut dibatalkan," kata Iva dilansir dari Kantor Berita RMOL, Rabu (9/10).
[dzk]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds