Mahasiswa PMII Gelar Aksi Solidaritas Bersama Anggota Polres Tangsel

Keamanan  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 01:00:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Mahasiswa PMII Gelar Aksi Solidaritas Bersama Anggota Polres Tangsel

Mahasiswa PMII Ciputat/LAN

RMOLBanten. Meninggalnya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Utara yakni Randi yang tertembak saat menjalankan aksi penolakan RKUHP dan UU KPK di Gedung DPRD Sulawesi Utara membuat duka.

Hal itu juga dirasakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat. Mereka mendatangi Mapolres Tangsel untuk mengadakan aksi bertemakan Gerakan Solidaritas: Pulihkan Indonesia di Halaman Mapolres Tangsel, Rabu (9/10) malam.

Aksi gerakan solidaritas tersebut, ditandai dengan salat gaib dan memanjatkan doa untuk mendiang Randi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan.

Tak lupa ratusan mahasiswa dari PMII ini, juga membawa bunga mawar serta foto mendiang Randi.

Ketua PMII Ciputat Fahmi Dzakky mengatakan, kegiatan ini adalah doa bersama. Dan, selain itu berdoa untuk keamanan kedamaian negara Indonesi tetap kondusif.

"Kita sama-sama do'akan, kita khususkan untuk saudara kita Randi yang tepatnya pada tanggal 26 September lalu meninggal dunia. Semoga awal Oktober ini adalah pulihnya indoensia dari segala situasi kebelakang. Karena Indonesia ini ke depan harus tetap maju, tetap berkembang dan tetap bangun dari segi pembangunannya," jelas Fahmi.

Gerakan solidaritas ini, lanjut Fahmi, adalah gerakan bahwasannya PMII respon segala situasi terkini sekala nasional.

Sementara itu, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan turut menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Almarhumah Randi.

"Menyampaikan duka cita atas gugurmya salah satu teman PMII yang di Kendari saudara Randi. Tadi kita sudah laksanakan salat gaib dan doa, semoga Alharhum diterima disisi Allah SWT," terang Ferdy.

Bahkan, Ferdy menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa sangatlah dibutuhkan untuk mengontrol kebijakan pemerintah.

"Keberadaan mahasiswa ini akan menjadi sarana kontrol pemerintah maupun aparat agar berada di jalur yang benar. Tapi perlu diingat, sebelum kita melemparkan kritik agar dikaji lebih dalam apa yang disampaikan. Sehingga kritik yang disampaikan bermanfaat untuk aparatur pemerintah yang lainnya," ungkapnya. [ars]






Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds