Andika: Industri Wajib Sertifikasi Calon Naker Lokal

Ekbis  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 01:24:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Andika: Industri Wajib Sertifikasi Calon Naker Lokal

Andika Hazrumy berinteraksi dengan mahasiswa/RUS

RMOLBanten. Pelaku industri yang ada di Banten diminta membentuk gerakan pengusaha peduli kompetensi.
 
Gerakan ini menggalakkan melatih tenaga kerja (naker), menyerap atau menggunakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi dengan disertai penghargaan berupa upah uang lebih tinggi bagi tenaga kerja bersertifikasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya di acara Pelepasan Angkatan XXI dan Penerimaan Angkatan XXII Program Beasiswa Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK), Fakultas Teknik Untirta, Rabu (9/10).  

‎Andika menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh perusahaan yang beroperasi dapat meningkatkan alih teknologi kepada putra-putri daerah.

"Khususnya pelajar SMK melalui program-program kerjasama dengan industri-SMK atau program link and match atau teaching factory dengan  industri-industri besar,” katanya.

Lebih jauh Andika meminta pelaku usaha industri meningkatkan program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang mendukung sektor-sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Melalui Forum CSR, kata Andika, pemerintah daerah, industri dan perguruan tinggi bersama-sama dapat menjalankan program internship atau program magang kerja guna meningkatkan kualitas tenaga kerja secara berkesinambungan.

Andika juga mengajak asosiasi industri, asosiasi profesi, Kadin, Apindo, lembaga pendidikan dan pelatihan swasta serta praktisi dari perguruan tinggi untuk membentuk lembaga intermediasi tenaga kerja daerah, yang bertujuan untuk menjembatani kebutuhan lintas sektoral terkait ketenagakerjaan.

Tantangan yang dihadap dalam sektor ketenagakerjaan, kata Andika, adalah terbatasnya kualitas tenaga kerja, angka pengangguran terbuka dan disparitas pembangunan antara wilayah utara dan selatan Provinsi Banten.

"Untuk itu, diperlukan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang produktif, memiliki kompetensi dan daya saing,” imbuhnya.

Pemprov Banten sendiri, kata Andika, memiliki program job-matching serta pendidikan vokasi industri yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja yang akan berkorelasi terhadap peningkatan daya saing industri.

Andika  berharap program Corporate Social Responsibility (CSR), yang mendukung sektor-sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal.

Pemprov saat ini tengah menyiapkan perangkat (unit kerja pada OPD) serta Peraturan Gubernur Banten tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2016 tentang tanggung jawab sosial, kemitraan dan bina lingkungan perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun badan usaha milik swasta untuk mengoptimalkan program kemitraan dan bina lingkungan khususnya di wilayah pedesaan.

Sementara itu, rektor Untirta Fatah Sulaiman usai acara kepada pers mengatakan, P3TIK yang diselenggarakan pihaknya melalui dukungan industri di Banten merupakan upaya perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga kerja siap pakai di era revolusi industri 4.0.

"Dengan begitu gap antara kebutuhan industri yang tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas dapat terpenuhi oleh SDM lokal yang sudah kita siapkan melalui program beasiswa seperti ini. Semakin banyak yang dapat beasiswa, semakin banyak yang terserap di industri makan angka pengangguran bisa ditekan,” paparnya. [ars]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds