Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

KATA BUNG JOKER  MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 03:53:00 WIB | OLEH: DEDE ZAKI MUBAROK

Mahasiswa, SMK Sampai Abu Rara

Foto: Repro

ENTAH apa yang terjadi dengan negara tercinta Indonesia. Pilpres sudah berlalu, pemenang sudah ada. Tapi masih aja banyak kejadian luar biasa.

Setelah unjuk rasa mahasiswa hampir di seantero nusantara, dengan korban luka sampai korban hilang nyawa. Mendesak pembatalan UU KPK yang tinggal disahkan penguasa.

Penguasa gamang karena partai pemenang tidak mau UU KPK menjadi tontonan semata dan ingin segera di stempel penguasa.

Di luar pun tambah ramai ribuan bahkan puluhan ribu mahasiwa terus mendesak penguasa untuk membatalkan UU KPK. Perpu menjadi pilihan mereka, walaupun belum ketemua jalan keluarnya.

Bentrokan mahasiswa terjadi dimana-mana dengan aparat penguasa. Mahasiswa tiba-tiba mendapat suntikan energi dari anak-anak SMK. Anak-anak SMK tidak tahu yang mereka bela apa. Yang penting mereka membela kaka-kaka mereka mahasiswa.

Semua setelah mereda, setelah janji penguasa membatalkan UU KPK.

Tiba-tiba pejabat negara ditusuk orang setengah gila di tengah banyaknya penjaga. Menkopolhukam Wiranto dan penjaga terpana setelah serangan cepat teroris Abu Rara yang sudah terdeksi sejak tiga bulan lamanya.

Penjaga juga manusia biasa, tidak bisa mengawasi gerak gerik orang disekeliling mereka. Tapi ada yang nyata tampilan beda sosok penyerang terlihat nyata dekat dengan mobil pejabat negara.

BIN sudah mengendus tiga bulan lamanya Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya Fitri Andriana, tapi kenapa tidak ditangkap saja mereka. Itu yang menjadi pernyataan kita, warga, mahasiswa mungkin anak SMK.

Apalagi mereka masuk kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sampai ISIS yang berbahaya bagi keamanan negara. Hanya aparat negara yang tau alasannya, tidak ada kecolongan kata mereka. Protap sudah berjalan seperti biasa mengamankan pejabat negara.

Pak Wiranto kini dirawat di RSPAD, rumah sakit negara. Politisi, kerabat dan pejabat negara bergantian menjenguknya. Alhamdullilah semua bilang mantan Panglima era Orba ini sudah berlangsung membaik dan dalam tahap pemulihan jiwa.

Akibat Abu Rara, Dandim Kendari Sulawesi Utara dan dua anggota lainnya dicopot dari jabatannya kena sanksi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa.

Unggahan istri mereka di sosial media tentang kejadian yang menimpa Menkopohukam Wiranto oleh Abu Rara ini, berujung petaka. Suami mereka harus rela dicopot jabatannya.

Eks Dandim bersikap ksatria tidak menyalahkan langsung istrinya, Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi sebagai prajurit yang setia kepada negara dan piminannya menerima ikhlas dengan legawa.

Pria yang pernah bertugas sebagai atase di Moskow Rusia, harus rela istinya berurusan dengan hukum negara. Istrinya terancam UU ITE yang bisa menyantap siapa saja yang melanggar karena postingan di sosial media.

Tetap setia adalah pilihannya, setia pada negara, setia pada keluarga dan setia pada istri tercinta.

Abu Rara bisa menyasar siapa saja, tidak hanya di tempat perkara. Tapi bagi yang coba-coba bilang kejadian yang menimpa itu adalah rekayasa.

Korbannya nyata, Pak Wiranto terluka, Kapolsek Menes Pandeglang terluka dan pengurus pondok juga terluka.

Tapi kenapa di sosial media terutama mereka bicara seolah-olah tidak nyata.

Ini nyata, ini nyata, ini nyata.

Aparat penguasa tangkaplah yang mau bikin rusak negara, tapi jangan tutup warga bicara.

Karena ketidaktahuan bisa saja mereka enak bicara. Jangan langsung salahkan warga yang bicara di sosial media. Rangkul dan peluk mereka, seperti eks Dandim merangkul istri tercinta, menguatkan walau salah di mata penguasa.

Insya Allah, Indonesia akan aman sentosa di bawah NKRI dan Pancasila. Merdeka. [***]





Komentar Pembaca
Puan Maharani Selangkah Lagi Menggantikan Megawati
Setelah Istri

Setelah Istri

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019

Magis Sakti Ucapan Selamat Prabowo
Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

Pilihan Jokowi Di Kabinet Jomin

JUM'AT, 05 JULI 2019

Negeri Kita

Negeri Kita

SABTU, 25 MEI 2019

Yang Gugur Tidak Bisa Dihitung Jari, Sikap Saya KPU Abai
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds